Angela Merkel Tak Sudi Setribun dengan Hoeness

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanselir Jerman  Angela Merkel bersorak merayakan kemenangan negaranya atas Yunani pada pertandingan Perempat Final Euro 2012 di Gdansk, Polandia (23/6). AP/Gero Breloer

    Kanselir Jerman Angela Merkel bersorak merayakan kemenangan negaranya atas Yunani pada pertandingan Perempat Final Euro 2012 di Gdansk, Polandia (23/6). AP/Gero Breloer

    TEMPO.CO, Jakarta - Kanselir Jerman Angela Merkel memastikan tidak akan duduk berdekatan dengan Presiden Bayern Munchen di final Liga Champions, Wembley, 25 Mei mendatang. April lalu, Kanselir Jerman sudah menyampaikan kekecewaannya terhadap sosok Hoeness yang dikenal baik hati ternyata menggelapkan pajak.

    Angela Merkel dipastikan hadir di tribun Stadion Wembley namun akan menjauhi tempat duduk Uli Hoeness, seperti ditulis Independent, Minggu, 19 Mei 2013. Merkel bahkan sempat disarankan untuk tidak pergi ke Wembley.

    Kedekatan di depan publik dengan Uli Hoeness diduga akan menjadi preseden buruk bagi Angela Merkel yang akan mencalonkan diri lagi pada pemilu September mendatang. Kini jaksa penuntut umum Jerman sudah mulai memeriksa Hoeness atas tuduhan penggelapan pajak yang terjadi 13 tahun lalu.

    Suporter Borussia Dortmund membaca kondisi Uli Hoeness sebagai peluang mereka mengolok-olok Presiden Munchen untuk mengganggu konsentrasi tim lawan. Suporter Dortmund berencana akan menampilkan koor berbunyi "Berdiri jika Anda sudah membayar pajak Anda" di Wembley, 25 Mei mendatang. 

    Sejauh ini Hoeness cukup kooperatif dengan jaksa. Hoeness diduga menerima sogokan dari Adidas sebesar 1,75 juta poundsterling (Rp 25,9 miliar) untuk memuluskan langkah Adidas menjadi sponsor kit Munchen pada 2000. Saat itu Adidas sedang berada dalam tekanan Nike yang akan menjadi sponsor Munchen. Namun berkat campur tangan Hoeness, Adidaslah yang memenangkan tender.

    Uang 1,75 juta poundsterling dari Direktur Adidas Robert Louis Dreyfus itu kemudian dibuat Hoeness untuk meningkatkan pinjaman sebesar 5 juta poundsterling guna modal pasar sahamnya. Keuntungan Hoeness kemudian berakhir di rekening bank di Zurich di mana ia diduga lalai membayar pajak.

    Penyelidikan kasus dugaan penggelapan pajak Hoeness makin rumit manakala Louis Dreyfus meninggal empat tahun lalu. Bila terbukti bersalah, Hoeness terancam hukuman 10 tahun penjara.

    Kasus dugaan penggelapan pajak tersebut merupakan pukulan buruk bagi Munchen sekaligus sepak bola Jerman. Hoeness merupakan sosok terkuat di sepak bola Jerman. Dia dikenal sebagia pria baik hati ketika membantu Gerd Muller lepas dari ketergantungan alkohol, membantu memulihkan depresinya Sebastian Deisler, sampai meminjami Dortmund 2 juta euro (Rp 25 miliar) pada 2003 guna membayar gaji para pemain Die Borussen.

    THE INDEPENDENT | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Hattrick Lukaku Buyarkan Perayaan Ferguson

    Torres Masih Betah di Chelsea
    Lawan Arsenal, Newcastle Dijanjikan Bonus Rp 14 M
    Arsenal ke Champions, Wenger Janjikan Pemain Baru

    Tekuk Newcastle, Arsenal Raih Tiket Liga Champions

    Ancelotti Bangga Bisa Melatih Beckham

    Ditekuk Persib 2-1, Madura United Mengaku Kalah Cepat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.