3 Jurus Klopp Merancang 'Monster of Mentality'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juergen Klopp. REUTERS/Ina Fassbender

    Juergen Klopp. REUTERS/Ina Fassbender

    TEMPO.CO, Dortmund -  Kunci sukses Jurgen Klopp bersama Borussia Dortmund tiga musim terakhir bukan terletak pada teknik bermainnnya. Klopp mengakui kalau yang ia tanamkan di Dortmund hanyalah mental untuk terus-menerus mencetak gol seperti mereka belum pernah mencetak gol sebelumnya.

    Demi mewujudkan mentalitas tersebut di tim Dortmund mudanya, Klopp tak segan-segan mencontek cara klub lain. Sampelnya saat itu FC Barcelona.

    "Saya melakukannya sangat sering. Saya menunjukkan kepada mereka (pemain Dortmund) foto-foto bagaimana Barcelona merayakan gol," kata Klopp kepada Guardian, Selasa, 21 Mei 2013. "Saya tidak menggunakan video karena saya tidak menyalin gaya Barca. Tapi Anda lihat ketika mereka (Barca) merayakan gol klub ke-5.868 seperti mereka tidak pernah mencetak gol sebelumnya. Inilah apa yang harus selalu Anda rasakan--sampai Anda mati."

    Selain dengan foto-foto, Klopp sering membangun mental tim dengan cara-cara "idiot". Setelah mengantarkan FC Mainz promosi ke Bundesliga pada 2004 lalu, dia mengajak skuad tim berlibur semi latihan di sebuah danau di Swedia yang tak ada listriknya.

    "Kami pergi lima hari tanpa bekal makanan," ujar Klopp. "Mereka harus melakukan ini [meniup peluit dan menggunakan pancing imajiner lalu melemparkannya]."

    Asisten pelatihnya saat itu kebingungan dan bertanya pada Klopp, "Bukankah kau pikir berlatih sepak bola lebih baik daripada ini?" "Tidak. saya ingin tim merasakan mereka bisa berjuang dengan apa saja. Asistenku berpikir saya idiot. Dia bertanya apakah kami bisa berlatih di sana. Tidak. Bisakah kami lari di sana (danau)? Tidak. Tapi kita bisa berenang dan mancing!" 

    Klopp menegaskan jurus terakhirnya membangun mental tim adalah dengan melebur bersama skuat. "Pemainku di Mainz menelepon saya dengan memanggilku Kloppo. Saya tak berpikir itu tidak sopan. Di Mainz, ketika saya mulai sebagai pelatih, para pemain adalah teman-temanku. Keesokan harinya saya pelatih mereka dan mereka harus memanggil saya 'Sir'," ujar Klopp.

    Trik melatih Klopp cenderung agak rumit bagi sebagian pelatih sepak bola di dunia. Tapi berkat ketekunannya itu, Dortmund kini berubah menjadi kekuatan menakutkan di Eropa dalam bentuk, seperti yang sering Klopp sebut sendiri sebagai "monster of mentality".

    GUARDIAN | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Wapres Barcelona: Mourinho Itu Momok bagi Spanyol

    Messi Menyiapkan Misi Barca di Musim Depan

    Gerrard Optimistis dengan Liverpool Musim Depan

    Villas-Boas Tarik Kembali Pemain Pinjamannya

    Persija Incar Penyerang Timnas Hong Kong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.