Klub Inggris Minta Tribun Berdiri Dibuka Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah suporter Liverpool membentangkan spanduk saat berlangsungnya pertandingan antara Manchester United dengan Liverpool, 23-9, 2012. Sejumlah fans Liverpool meminta agar pemerintah mengusut atas meninggal 96 penonton pada tragedi Hillsborough. dailymail.co.uk

    Sejumlah suporter Liverpool membentangkan spanduk saat berlangsungnya pertandingan antara Manchester United dengan Liverpool, 23-9, 2012. Sejumlah fans Liverpool meminta agar pemerintah mengusut atas meninggal 96 penonton pada tragedi Hillsborough. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, London - The Football League--tiga liga di bawah Liga Primer Inggris--menghadapi tekanan hebat dari klub anggotanya yang mendukung uji coba tribun berdiri di stadion. Bahkan mayoritas klub di Divisi Championship--divisi II Liga Inggris--melawan otoritas liga untuk mendukung kemungkinan percobaan mulai awal musim depan.

    Pada pertemuan klub Championship di Leicester Februari 2013 lalu, 21 dari 22 ketua eksekutif klub yang hadir memberikan suara dukungan agar Football League mulai menguji coba adanya tribun penonton berdiri di setiap laga klub. Middlesbrough adalah satu-satunya klub yang menolak usulan tersebut.

    Sebuah gerakan kini sedang dirancang di antara ketua 72 klub anggota Football League untuk mendukung uji coba penonton berdiri secara aman. Pertemuan tersebut akan diadakan bulan depan, seperti ditulis Independent, Selasa, 21 Mei 2013. Klub anggota Football League akan mencoba melobi pemerintah untuk meyakinkan bahwa tribun berdiri akan menjadi pilihan yang aman bila dikelola dengan baik.

    Usulan tersebut diambil dari pengalaman Jerman yang sukses membuat tribun berdiri yang aman. Hasilnya, Borussia Dortmund sebagai contoh, menjadi klub Eropa yang paling ramai penontonnya dengan rata-rata 85 ribu lebih hadir di stadion per pertandingan kandang. Kursinya juga bisa dilipat untuk membuka kesempatan penonton berdiri dengan nyaman.

    Pemerintah sebenarnya bisa menginstruksikan Sports Ground Safety Authority--otoritas keselamatan olah raga Inggris--untuk memulai mengujicobakan usulan anggota Footbal League. Namun tanpa dukungan Liga Primer dan Football League, Menteri Olahraga Hugh Robertson pun tak bisa berbuat banyak.

    Asosiasi kepala polisi Inggris juga tetap khawatir dengan usulan tribun berdiri di stadion. Mereka belum menemukan manajemen kerumunan yang efektif untuk menolak keributan di stadion bila penonton diperbolehkan berdiri--yang tentu saja membuat jumlah penonton bisa melebihi kapasitas stadion.

    Cardiff City dan Hull City, dua klub yang promosi ke Liga Primer sudah menyatakan dukungan mengujicobakan tribun berdiri yang aman. Crystal Palace dan Watford yang akan play-off promosi juga mendukung.

    Bahkan Aston Villa, Sunderland, Newcastle, dan Swansea sudah menyatakan dukungannya. Sementara itu tokoh-tokoh senior West Ham United dan Arsenal sudah mulai mempertimbangkan usulan tersebut.

    Tribun berdiri bagi penonton di dua divisi teratas Liga Inggris dilarang sejak 1994 lewat amandemen Undang-Undang Penonton Sepakbola 1989. Perdana Menteri Inggris saat itu, Margaret Tatcher, menghapus tribun berdiri untuk, salah satunya, memerangi hooliganisme. Sejak itu satu kursi untuk satu penonton membuat situasi di dalam stadion-stadion Inggris seperti kerumunan yang menonton opera. Kini mereka berusaha mengembalikan esensi emosi stadion dengan mengusulkan tribun berdiri dibuka kembali.

    INDEPENDENT | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Klopp Sedih Melihat Performa Kagawa di MU
    Indonesia Kena Sanksi AFC karena Ulah Suporter
    Anak Sulung Beckham Gabung ke QPR
    Robben: Bayern Lapar Akan Gelar Juara Champions
    Nike Buatkan City Jersey Teringan dalam Sejarah

    Curva Sud Olimpico Ditutup Untuk Sementara

    Didenda AFC, PSSI Minta Keringanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.