Krisis Pemain, Persibo Dilumat Persebaya 5 - 1

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Persibo Bojonegoro, Gustavo Hernan Ortis (tengah) dikawal ketat oleh Aulia Ardli (kanan) dan Jusmadi, Pesepakbola Persebaya 1927 Surabaya pada pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011/2012 di Stadion Letjend H Soedirman Bojonegoro, Sabtu (10/3). TEMPO/Prasetyo

    Pesepakbola Persibo Bojonegoro, Gustavo Hernan Ortis (tengah) dikawal ketat oleh Aulia Ardli (kanan) dan Jusmadi, Pesepakbola Persebaya 1927 Surabaya pada pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) 2011/2012 di Stadion Letjend H Soedirman Bojonegoro, Sabtu (10/3). TEMPO/Prasetyo

    TEMPO.CO, Surabaya--Persebaya Surabaya 1927 menggilas Persibo Bojonegoro dengan skor 5-1 dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Ahad, 26 Mei 2013. Persibo yang datang hanya dengan 13 pemain, dua di antaranya penjaga gawang, tak berkutik meladeni permainan tim tuan rumah.

    Pesta gol Persebaya 1927 diawali denga gol Fernando Soler menit ke-5 memanfaatkan kemelut di muka gawang Dwi Adi Nugrahanta. Persibo sempat menyamakan skor menjadi 1-1 ketika Wahyu Teguh lolos dari jebakan offside dan memperdaya kiper Persebaya Endra Prasetya pada menit ke-17.

    Perlawanan Persibo hanya cukup sampai di situ. Memasuki pertengahan babak pertama stamina mereka mulai kedodoran. Namun pelatih Bambang Pramudji tak punya pemain cadangan untuk melakukan pergantian.

    Pramudji terpaksa memasukkan kiper cadangan Happy Kurniawan untuk mengganti Didik Bagus Trioho yang cedera parah karena benturan dengan pemain Persebaya. Tapi masuknya tenaga baru tak cukup untuk mengimbangi Persebaya 1927.

    Berturut-turut Persebaya menambah perbendaharaan gol lewat Fery Ariawan menit ke-33, Soler (37), Mario Carlovic (66) dan Andik Vermansyah (90).

    Pramudji mengatakan tak bisa berbuat banyak untuk melakukan rotasi pemain karena stok cadangan sudah habis. Padahal, kata dia, timnya butuh tenaga segar di babak kedua untuk mengisi sektor tengah. "Separo pemain Persibo pergi karena negosiasi gaji gagal," kata Pramudji.

    Adapun pelatih Persebaya 1927 Ibnu Grahan mengaku puas dengan penampilan anak-anak asuhnya. Sebab sesungguhnya Persebaya sendiri juga dalam kondisi kurang ideal karena sempat mengancam akan bubar. "Kami tiga hari tidak latihan karena pemain menuntut kekurangan gaji yang belum dibayar oleh manajemen," kata dia.

    KUKUH S WIBOWO

    Terhangat:
    Darin Mumtazah & Luthfi
    | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | Menkeu Baru | PKS Vs KPK | Vitalia Sesha

    Baca juga:
    Neymar Sudah Jadi Milik Barcelona

    Bayern Muenchen, Klub Yang Dibenci Orang Jerman 

    Bayern Munchen Pantas Juara Liga Champions 2012/13

    Puluhan Suporter Munchen vs. Dortmund Bentrok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.