Brasil, Impian Masa Kecil Welbeck

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danny Welbeck saat berduel berebut bola dengan pemain Polandia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia di Grup H di stadion Nasional, Warsaw, (17-10). REUTERS/Kacper Pempel

    Danny Welbeck saat berduel berebut bola dengan pemain Polandia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia di Grup H di stadion Nasional, Warsaw, (17-10). REUTERS/Kacper Pempel

    TEMPO.CO, Rio de Janeiro - Danny Welbeck masih mengingat jelas saat penyerang Brasil, Ronaldinho, mencetak gol dari tendangan bebas melambung melewati kiper Inggris, David Seaman, di Piala Dunia 2002. Bukannya sedih karena gol itu membuat negaranya tersingkir, Welbeck--saat itu masih 11 tahun--malah jejingkrakan di sofa rumahnya di Manchester.

    "Itu bagian dari sihir sepak bola Brasil yang membuat mereka berbeda," ujar penyerang Manchester United itu, Jumat 31 Mei 2013, kemarin. Sejak itu, dia jadi fans Ronaldo, Rivaldo, dan--tentu saja--Ronaldinho. Saat 15 tahun, dia mengikuti kejuaraan sepak bola 3 lawan 3 di London dengan mengenakan seragam kuning milik Brasil.

    Ahad, 2 Juni 2013 malam, bersama tim nasional Inggris, Welbeck berkesempatan menghadapi tim idolanya itu, di pertandingan persahabatan di Stadion Maracana, Rio de Janeiro. Striker 22 tahun ini dinyatakan sembuh dari cedera lutut yang menghalangi berlaga di eksibisi melawan Irlandi di London, Rabu lalu. "Kemungkinan besar Danny bisa bermain," kata pelatih Inggris, Roy Hodgson.

    Pernyataan itu membuat Welbeck sejenak melupakan Ronaldinho. Dia memandang Neymar--penyerang 21 tahun yang menyumbang 20 gol dari 32 laga bersama Brasil--sebagai ancaman di Maracana. "Dia pemain spektakuler dan jadi pujaan penonton," ujarnya.

    Sejak debut pada Maret 2011, Welbeck telah 16 kali tampil bersama pasukan tiga singa. Musim ini, pemain keturunan Ghana tersebut tampil lebih gahar bersama tim nasional ketimbang di klub. Dia mencetak 3 gol untuk Inggris dan cuma sekali untuk United.

    Welbeck beralasan perbedaan posisi jadi penyebabnya. Pelatih Sir Alex Ferguson lebih sering memainkannya sebagai sayap United. "Sehingga saya jarang berada di posisi untuk mencetak gol," ujarnya. Sementara Hodgson menempatkan pemain bertubuh 1,83 meter di posisi alamiahnya, ujung tombak.

    Cederanya Daniel Sturridge dan Andy Carrol membuat posisi tersebut cuma dihuni Jermaine Defoe dan Wayne Rooney. Dengan kebiasaan Hodgson yang memasang minimal dua penyerang, Welbeck hampir pasti bisa menambah caps-nya dan--kalau bisa--melengkapi mimpi masa kecilnya dengan gol.

    DAILY MAIL | DAILY STAR | REZA MAULANA



    BOLA Lainnya
    Ronaldo Ditawar Rp 12 Triliun, Madrid Ogah Lepas 
    Perez: Bale Terlahir Jadi Pemain Real Madrid

    Abdisalam Ibrahim: Aku Ingin Bermain di Arsenal  

    Lampard Incar Kemenangan Lawan Brasil



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?