Munchen Dominan, Stutgart Sangkil tapi Telat Panas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain klub Bayern Munchen merayakan kemenangannya dalam laga Bundesliga Jerman di Munich, Germany, (11/5). (AP Photo/dpa, Andreas Gebert)

    Sejumlah pemain klub Bayern Munchen merayakan kemenangannya dalam laga Bundesliga Jerman di Munich, Germany, (11/5). (AP Photo/dpa, Andreas Gebert)

    TEMPO.CO, Berlin - Bayern Munchen akhirnya meraih trigelar setelah bermain dominan saat mengalahkan VFB Stutgart di final DFB Pokal, yang berlangsung di Stadion Olympia, Berlin, dengan skor 3-2, Minggu dinihari tadi. Tiga gol Munchen dicetak oleh Thomas Muller menit ke-37 lewat sepakan penalti, dan dua gol Mario Gomez menit ke-48 dan ke-61. Stutgart yang bermain sangkil namun terlambat panas hanya bisa menyusul dua gol pada 20 menit terakhir pertandingan lewat Martin Harnik.

    Turun dengan formasi yang sama, 4-2-3-1, kedua tim menampilkan permainan seimbang di awal laga. Munchen lebih banyak mengambil inisiatif serangan namun Stutgart tak kalah berbahaya lewat serangan balik cepat langsung ke gawang Manuel Neuer. Bahkan sampai menit ke-31 babak pertama, kedua tim sudah sama-sama melepas 5 tembakan ke arah gawang.

    Petaka terjadi semenit kemudian. Ibrahim Traore melanggar Phillip Lahm di areal kotak penalti. Wasit memberi tendangan penalti buat Munchen sekaligus kartu kuning bagi Traore. Muller yang mengambil bola membuat skor jadi 1-0 ketika sepakan datar ke kiri gawang tak mampu dibendung kiper Stutgart Sven Ulreich. Skor 1-0 untuk Munchen bertahan sampai akhir babak pertama.

    Munchen melanjutkan dominasi di babak kedua. Die Roten hanya butuh 13 menit sejak awal babak kedua untuk menambah 2 gol--dari 4 tembakan--ke gawang Stutgart. Adalah Mario Gomez, penyerang yang lebih banyak menjadi pelapis selama musim ini yang membrongnya pada menit ke-48 dan ke-61.

    Gol ketiga Munchen di menit ke-61 tersebut seolah telah memberitahu juara DFB Pokal 2012/13. Apalagi setelah Mario Mandzukic masuk menggantikan Gomez, Stutgart dibombardir oleh serangan brutal Munchen. Tak kurang dari 3 tembakan Munchen mengarah langsung ke gawang Ulreich hanya dalam waktu 3 menit sejak menit ke-63.

    Namun keasyikan memegang bola membuat Munchen lupa karena pada menit ke-71 Martin Harnik berhasil melesakkan satu gol untuk membuat skor menjadi 1-3 bagi Stutgart. Puncak kebangkitan Stutgart terletak pada menit ke-79 sampai menit ke-80. Empat kali melakukan tembakan ke gawang Munchen, akhirnya gawang Neuer bobol juga pada kesempatan ke-5 lagi-lagi, lewat bidikan Martin Harnik.

    Munchen yang sadar berada di bawah kejaran Stutgart mulai konsentrasi. Tiga menit setelah gol kedua Harnik, pelatih gaek Jupp Heynckes menarik keluar Arjen Robben untuk memasukkan Anatoliy Tymoschcuk.

    Sekilas pergantian Robben menunjukkan niat Munchen yang ingin bertahan total. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Munchen mampu melepas dua tembakan ke gawang Stutgart setelah pergantian itu. Namun 5 menit di injury time merupakan masa-masa yang sulit bagi Munchen untuk mengambil nafas.

    Pada menit ke-93 Shinji Okazaki melepaskan sundulan tapi masih jauh dari sasaran. Dua menit kemudian, sundulan mengarah Serdar Tasci nyaris membuat laga diperpanjang dengan waktu tambahan bila tak mampu diamankan Neuer.

    Stutgart yang terlambat panas akhirnya harus merelakan Munchen yang lebih banyak menguasai pertandingan untuk memastikan trigelar-nya di musim 2012/13. Selama 90 menit pertandingan, Munchen hanya memberi kesempatan Stutgart memegang bola sebanyak 35 persen. Bahkan 83 persen umpan akurat serta 67 persen penguasan bola udara Munchen hanya makin menabalkan kalau Die Roten memang layak juara.

    WHO SCORED | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Nilai Merek Bayern Muenchen Termahal di Dunia

    Pellegrini Nyaris Melatih Barcelona
    De Boer Izinkan Eriksen Hengkang dari Ajax
    Mourinho Berharap Madrid Bahagia

    Ini Salam Perpisahan Mourinho ke Suporter Madrid  

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.