Turun Gaji, Mourinho Tetap Manajer Termahal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Mourinho (kiri) memeluk John Terry setelah mengalami kekalahan dari Liverpool dalam semifinal Liga Champions di stadion Anfield, Liverpool, 1 Mei 2007. Senin (3/6), Chelsea mengumumkan secara resmi bahw Mou kembali bergabung dengan klub asal London tersebut. REUTERS/Dylan Martinez

    Jose Mourinho (kiri) memeluk John Terry setelah mengalami kekalahan dari Liverpool dalam semifinal Liga Champions di stadion Anfield, Liverpool, 1 Mei 2007. Senin (3/6), Chelsea mengumumkan secara resmi bahw Mou kembali bergabung dengan klub asal London tersebut. REUTERS/Dylan Martinez

    TEMPO.CO, London - Jose Mourinho tetap menjadi manajer sepak bola termahal sejagat kendati tak mendapat bayaran sesuai permintaannya selama menukangi Chelsea. Pemilik Roman Abramovic hanya mau menggajinya sebesar 10 juta poundsterling (Rp 150 miliar) per tahun, 2 juta poundsterling (Rp 30 miliar) lebih rendah dari permintaan Mourinho.

    Selama melatih Real Madrid, Mourinho digaji 12 juta poundsterling (Rp 180 miliar) per tahun. Betapapun gajinya anjlok, Mourinho tetap menjadi manajer termahal karena pesaingnya, Carlo Ancelotti di PSG menanggung pajak tinggi di Prancis. Don Carlo mengantongi bayaran 900 ribu poundsterling lebih besar dari Mourinho atau 10,9 juta poundsterling (Rp 163,5 miliar).

    Harian ternama Inggris, The Sun, menyebut Chelsea mengontrak Mourinho dengan bandrol 40 juta poundsterling (Rp 600 miliar) dalam jangka 4 tahun, Senin, 3 Juni 2013. Itu adalah angka tertinggi di Liga Primer Inggris untuk gaji seorang manajer.

    Bayaran Mourinho jauh mengungguli gaji Arsene Wenger yang hanya 7,5 juta poundsterling (Rp 112,5 miliar) per tahun--3,6 juta poundsterling (Rp 54 miliar) setelah kena pajak--seperti dilansir Sport Business Daily, tahun lalu. Sir Alex Ferguson yang telah pensiun sebelumnya memegang manajer termahal di Liga Primer Inggris dengan bayaran 7,6 juta poundsterling (Rp 114 miliar)--3,8 juta poundsterling (Rp 57 miliar) setelah kena pajak.

    Mourinho tetap menjadi manajer termahal karena dia hanya menanggung pajak penghasilan yang tidak lebih dari 50 persen per tahun ditambah asuransi nasional. Sedangkan Ancelotti tak bisa berbuat banyak ketika Prancis di bawah rejim Francois Hollande yang sosialis mengenakan pajak penghasilan sebesar 75 persen untuk pendapatan di atas 836 ribu poundsterling per tahun.

    Carlo Ancelotti kini hanya membawa pulang 2,7 juta poundsterling (Rp 40,5 miliar) dari 10,9 juta poundsterling (Rp 163,5 miliar) yang seharusnya ia kantongi--bila menengok kontraknya dengan PSG. Ancelotti harus menanggung pajak penghasilan sebesar 75 persen. Sedangkan Mourinho bersih menerima 4,8 juta poundsterling (Rp 72 miliar) setelah dipotong pajak penghasilan dan asuransi nasional. 

    SPORT BUSINESS DAILY | THE SUN | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Hadapi Belanda, Timnas Menginap di JW Marriot

    MU Gelar Laga Penghormatan Buat Ferdinand

    Pesawat Sempat Terlambat, Neymar Tiba di Barcelona
    Real Madrid Resmi Datangkan Carvajal  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.