Van Gaal: Macet, Tapi Saya Suka Orang Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Luis van Gaal. AP/Antonio Calanni

    Luis van Gaal. AP/Antonio Calanni

    TEMPO.CO, Jakarta -Pelatih tim nasional Belanda, Louis van Gaal punya pengalaman ketika datang ke Jakarta. Satu setengah tahun lalu, van Gaal merasakan kemacetan luar biasa. Bahkan, dia ingat, pernah hendak mengunjungi lokasi wisata di Jakarta. Untuk mencapainya, dia harus menghabiskan waktu dua jam perjalanan. Waktu yang terbilang sangat lama kalau dibandingkan dengan perjalanan di negaranya Belanda.

    "Tapi di balik itu, saya suka orang Indonesia karena ramah-ramah," kata Louis van Gaal di Hotel Shangrila Jakarta, Rabu, 5 Juni 2013. Dia juga mengaku kaget dengan banyaknya pengguna sepeda motor di Jakarta. Jumlahnya jauh berbeda dengan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta. (Baca: Louis van Gaal Kaget Jakarta Banyak Sepeda Motor)

    Van Gaal, Rabu, 5 Juni 2013, datang ke Jakarta bersama Timnas Belanda. Tim berjuluk The Oranje mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma pukul 09.50 tadi, rombongan dikawal oleh polisi. Walhasil, Robin Van Persie cs bisa tiba di penginapan sesuai jadwal. (Baca: Cara Van Persie Hilangkan Jenuh di Shangri La)

    Mereka tak hanya uji tanding melawan Timnas Indonesia, tapi melakukan serangkaian acara di luar pertandingan, seperti kunjungan kebudayaan.  Laga Belanda melawan Indonesia bakal digelar Jumat, 7 Juni 2013 di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan menjadi pertemuan pertama tim Garuda dengan finalis Piala Dunia 2010. (Baca: Lawan Belanda, Timnas Indonesia Latihan Perdana)

    ADITYA BUDIMAN

    Topik terhangat:

    Penembakan Tito Kei
    | Tarif Baru KRL | PKS Vs KPK | Ahmad Fathanah

    Baca juga
    Ronaldo Tak Perpanjang Kontrak di Madrid

    Latihan Perdana Timnas Diikuti Hanya 13 Pemain

    Persipura Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.