Konflik dengan Bintang Madrid, Mou: Selesai Sudah!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Mourinho. AP/Jon Super

    Jose Mourinho. AP/Jon Super

    TEMPO.CO, London - Manajer baru Chelsea Jose Mourinho mengaku sama sekali tidak menyesal dengan meledaknya perang di kamar ganti Real Madrid selama tiga tahun terakhir. Mou menegaskan kalau dirinya telah melakukan tugas sesuai dengan caranya sendiri.

    Mou juga menyalahkan cemoohan sebagian besar suporter Real Madrid dan itu ia anggap sangat tidak etis. Atas dasar cemoohan suporter dan tidak harmonisnya ruang ganti itulah, Mou kemudian memutuskan untuk pergi dari Madrid.

    "Aku harus pergi karena aku pikir itulah yang terbaik bagiku dan situasi terkini di klub," kata Mou kepada The Sun, Rabu, 5 Juni 2013. "Bila aku mulai lagi di musim depan, aku akan mulai dengan serangkaian masalah yang berlarut-larut. Jadi itulah yang terbaik bagi semua orang, termasuk para pemain yang paling penting."

    "Mereka harus mendapat dukungan dan ketenangan untuk bisa memulai sebuah proyek baru dengan pelatih baru--siapapun itu, meskipun tampaknya Carlo Ancelotti. Aku berharap yang terbaik," tambah Mou.

    Di musim pertamanya bersama Madrid, Mou memenangkan "perang" dengan direktur klub cum legenda Madrid, Jorge Valdano. Pria Meksiko itu kemudian lengser dari kursinya. Namun konfrontasi lebih hebat justru berlanjut ketika Iker Cassilas, Cristiano Ronaldo, dan Sergio Ramos terlibat konflik dengan sang pelatih. Apakah Mou menyesal?

    "Tidak layak untuk menyesali apa pun," kata Mou singkat. "Itu sudah berhenti, sudah selesai."

    "Aku selalu mengatakan bahwa ketika aku berusia sekitar 30 tahun dan berada di sepak bola, aku pikir sudah tahu segalanya. Tapi aku tahu apa pun karena setiap tahun aku belajar lebih banyak dan aku lebih kuat, lebih baik, dan lebih siap," ujar Mou. "Ini adalah kesimpulan yang aku dapatkan: Anda harus selalu dalam keadaan belajar secara permanen, menganalisa segala sesuatu yang telah terjadi."

    Mourinho yakin dalam perjalanannya dia telah melakukan kesalahan. Namun semua itu hanyalah bagian dari permainan sepak bola dan dengan tanggung jawab serta komitmen, semuanya bisa diperbaiki.  

    "Aku bangga pernah menjadi bagian dari Real Madrid," kata Mou. "Tanpa datang ke sini aku tidak pernah bisa mengatakan bahwa aku telah memenangkan tiga liga paling penting di dunia sepak bola."

    "Aku berkata kepada para pemain Madrid bahwa aku tidak harus berterimakasih kepada siapapun atas apa yang telah mereka lakukan karena klub sudah membayar apa yang mereka lakukan," ujar Mou. "Mereka membayar Anda untuk berlatih, bermain, dan mempunyai kehidupan sosial."

    THE SUN | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Cara Van Persie Hilangkan Jenuh di Shangri La
    Van Persie Unggah Foto Suasana Jakarta
    Louis van Gaal Kaget Jakarta Banyak Sepeda Motor
    Timnas Indonesia Jalani Sesi Latihan Sore
    Lawan Belanda, Pemain Indonesia Bisa Promosi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.