Van Persie Senang Pakai Ban Kapten

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola tim nasional Belanda, Robin van Persie. ANTARA/Ismar Patrizki

    Pesepakbola tim nasional Belanda, Robin van Persie. ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang Manchester United, Robin van Persie, mengemban tugas sebagai kapten ketika Belanda mengalahkan Indonesia 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat 7 Juni 2013. Pelatih Belanda, Louis van Gaal, mengungkapkan Van Persie terlihat senang ketika ditunjuk menjadi kapten.

    "Dia sangat bahagia," kata bekas peramu strategi Barcelona dan Bayern Muenchen itu selepas pertandingan. "Dia begitu ambisius." Ini merupakan yang pertama kalinya jebolan akademi Feyenoord itu menjadi kapten timnas Belanda.  

    Van Persie dipilih Van Gaal menjadi kapten karena Wesley Sneijder sedang tidak dalam kondisi terbaik. "Karena itu, saya memberikan ban kapten kepada Van Persie," ujar juru taktik yang hanya mampu membawa Bayern menjadi finalis Liga Champions 2009/2010 itu.

    Namun, Van Persie mengemban tugasnya menjadi kapten hanya di paruh pertama. Selepas turun minum, pemain yang punya julukan RvP itu digantikan oleh Siem de Jong, yang mencetak dua gol di laga ini. Di babak kedua, Arjen Robben yang memimpin pasukan Negeri Kincir Angin.  

    Sejatinya, kapten timnas Belanda adalah Rafael van der Vaart. Namun, bekas gelandang serang Tottenham Hotspur dan Real Madrid itu tak bisa ke Indonesia karena tengah dibekap cedera. Adapun deputi Van der Vaart adalah Sneijder, yang hanya bermain selama 45 menit.

    SINGGIH SOARES

    Topik terhangat:
    Tarif Baru KRL | Kisruh Kartu Jakarta Sehat | PKS Membangkang | Ahmad Fathanah

    Berita terkait:
    Pramugari Sriwijaya Air Dipukul Pejabat Daerah
    Pramugari Sriwijaya Air Banjir Dukungan di Twitter
    Pemerintah Tegaskan Larangan Ponsel di Pesawat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.