Mantan Presiden Barca: Messi Tak Gelapkan Pajak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lionel Messi. REUTERS/Jorge Dan Lopez

    Lionel Messi. REUTERS/Jorge Dan Lopez

    TEMPO.CO, Barcelona - Joan Laporta membela Lionel Messi dengan mengatakan Messi tidak mungkin menggelapkan pajak. Dugaan penggelapan pajak menimpa Messi dan ayahnya, Jorge, setelah seorang jaksa negara Spanyol mengajukan keluhan penipuan pajak pada Rabu kemarin. Messi dan ayahnya diduga telah menghindari pajak sebesar 4 juta euro.

    "Saya yakin sepenuhnya baik Leo maupun ayahnya tak melanggar apapun," kata Presiden Barcelona periode 2003-2010 itu, seperti dikutip Guardian, Kamis, 13 Juni 2013. "Mungkin saja keduanya tidak bertanggungjawab dalam peristiwa ini. Ada pihak ketiga yang bertanggungjawab."

    Laporta mengatakan bahwa dirinya mengenal Messi dan keluarganya. "mereka dan mereka selalu ingin mematuhi hukum, itulah bagaimana sikap mereka dengan klub, setidaknya ketika saya menjadi presiden," tambah Laporta.

    Dia mengatakan bahwa Messi dan keluarganya tidak tahu bagaimana menghadapi keluhan jaksa. Selama ini Messi dan keluarganya selalu mengandalkan pendapat penasehat hukum soal kewajiban pajak. "Mereka selalu hati-hati, katakanlah waspada, ketika berhadapan dengan situasi ini karena mereka tidak tahu soal pengacara atau ahli pajak, sehingga mereka pergi mencari penasehat," ujar Laporta.

    Menteri Olahraga Spanyol Jose Wert meminta publik sabar menunggu proses penyeldikan. Proses hukum biasanya sangat panjang bila menyangkut sepak bola. "Hukum tetap sama untuk semua orang," kata Wert. "Bahkan untuk No 1 (Messi) sekalipun."

    Kasus penggelapan pajak Messi diajukan ke pengadilan di Gava, dekat kota pesisir di Mediterania di mana Messi tinggal. Seorang hakim di pengadilan harus menerima keluhan jaksa sebelum tuntutan bisa diajukan terhadap Messi dan ayahnya. Seorang pejabat pengadilan mengatakan bahwa keputusan (tuntutan) harus ada dalam hitungan hari.

    Menurut analis keuangan olahraga di University of Navarra, Sandalio Gomez, apabila terbukti bersalah, Messi dan ayahnya terancam hukuman 2-6 tahun penjara. Messi saat ini menjadi atlet dengan bayaran tertinggi kedua sejagat di bawah petinju Manny Pacquiao, dengan bayaran US$ 46 juta tiap tahunnya.

    GUARDIAN | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Maradona Sambangi Indonesia Pekan Depan
    Ini Harga Tiket Indonesia All-Stars vs Chelsea
    Benfica Incar Bek Asal Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.