Lagi, Yaya Toure Saksikan Perkelahian Antarpemain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yaya Toure (kiri) dan Mario Balotelli. REUTERS/Albert Gea

    Yaya Toure (kiri) dan Mario Balotelli. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Abidjan - Yaya Toure kembali menjadi saksi perkelahian di lapangan sepak bola. Yang terbaru, gelandang andalan Manchester City itu tampak putus asa melihat perkelahian Abdul Razak dengan Jean-Jacques Gosso di kamp latihan tim nasional Pantai Gading jelang kualifikasi Piala Dunia zona Afrika.

    Perkelahian antara Razak, gelandang muda milik Manchester City, dengan Gosso yang bermain untuk Mersin Idmanyurdu di Turki, itu merupakan bentrok keenam yang pernah disaksikan Yaya Toure. Selama di City, Toure sudah menyaksikan 5 kali perkelahian: Balotelli vs Boateng (2010), Tevez vs. Mancini (2010), Kolo Toure vs. Adebayor (2011), Balotelli vs. Kompany (2011), dan Balotelli vs. Mancini (2012), seperti ditulis Daily Mail.

    Dari enam perkelahian tersebut, reaksi Toure sama sekali serupa. Ia hanya melihat kecewa tanpa hendak melerai perkelahian, seperti yang terjadi di Stadion Houphouet Boigny, Abidjan, Rabu kemarin, 13 Juni 2013.

    Sementara itu, Abdul Razak dan Jean-Jacques Gosso diusir dari kamp latihan dan dicoret dari skuad Pantai Gading. Razak yang bergabung dengan City sejak 2008 lalu belum bisa menembus tim inti The Citizen dan baru mengoleksi lima penampilan di Liga Primer Inggris. Musim lalu ia dipinjamkan ke Crystal Palace.

    Razak akan melewatkan pertandingan antara Pantai Gading vs. Tanzania, Minggu, 16 Juni mendatang, dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia zona Afrika. Pantai Gading saat ini memuncaki klasemen Grup C dengan raihan 10 poin dari 4 pertandingan, unggul 4 poin dari Tanzania di peringkat ke-2.

    DAILY MAIL | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Maradona Sambangi Indonesia Pekan Depan
    Ini Harga Tiket Indonesia All-Stars vs Chelsea
    Benfica Incar Bek Asal Indonesia
    Ronaldo Bantah Bakal Perpanjang Kontrak di Madrid


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.