Mourinho Janji Akan Irit Demi Financial Fair Play

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea Paulo Ferreira mengangkat piala Liga Eropa disaksikan pelatih  Rafael Benitez dan rekan satu timnya di Stadion ArenA, Amsterdam, (16/5). Chelsea juara setelah mengalahkan Benfica 2-1. AP/Martin Meissner

    Pemain Chelsea Paulo Ferreira mengangkat piala Liga Eropa disaksikan pelatih Rafael Benitez dan rekan satu timnya di Stadion ArenA, Amsterdam, (16/5). Chelsea juara setelah mengalahkan Benfica 2-1. AP/Martin Meissner

    TEMPO.CO, London - Manajer baru Chelsea Jose Mourinho melihat Financial Fair Play sebagai sumber motivasi daripada hambatan kegemarannya yang suka foya-foya membeli pemain. Dengan Andre Schurrle yang sudah tiba di Stamford Bridge dan target-target semacam Edinson Cavani, Hulk, dan Wesley Sneijder, Mourinho mungkin akan menghabiskan lebih dari 70 juta poundsterling (Rp 1,088 triliun) di meja transfer.

    Alih-alih melawan Financial Fair Play yang membatasi pengeluaran klub, Mou justru mendukungnya. Menurutnya, aturan itu memaksa klub untuk berpikir keras soal kebijakan keuangannya.

    "Ini sangat memotivasi karena menuntut lebih banyak kepada Anda untuk berpikir lebih tenang dalam setiap keputusan dan gerakan," katanya kepada Sky Sports, Senin, 17 Juni 2013. "Setiap langkah Anda yang salah akan berpengaruh pada masa depan. Anda perlu bekerja lebih erat dengan dewan klub di bidang keuangan, Anda harus memiliki perpsektif yang berbeda dan penampilan berbeda pada pemain pinjaman dan pemuda."

    Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) telah menilai rekening klub selama dua tahun terakhir yang dihitung dari perbandingan pengeluaran dengan pendapatan klub. Setiap klub yang ingin berpartisipasi di Eropa dilarang membuat kerugian yang signifikan.

    "Ini lebih global. Alih-alih hanya berfokus pada tim Anda, pada target dan ambisi, itu pandangan keseluruhan. Ini profil dan pekerjaan yang berbeda, aku suka dengan itu, aku menikmatinya," tambah Mou. "Sangat penting bari para pemain, untuk pengembangan pemain muda, untuk klub, untuk basis penggemar dan untuk situasi ekonomi yang lebih penting dengan Financial Fair Play."

    Liga Champions bagi Chelsea musim depan terlihat sebagai peluang untuk sedikit mengamankan keuangan mereka. Dari sana, mereka bisa mengharap pemasukan yang cukup signifikan dari hak siar, kompensasi kepesertaan, dan hadiah serta tiket pentonton.

    "Kami harus kembali ke stabilitas ini," kata Mou. "Ini adalah apa yang kita inginkan (stabilitas keuangan), dari saya sebagai manajer, pemilik, dan dewan direksi. Pemilik dan dewan menginginkan stabilitas dan kemudian setelah itu jika kami bekerja dengan baik, kesuksesan akan datang secara alami."   

    Bersama dengan Manchester City, Liverpool, dan Aston Villa di Liga Primer Inggris, Chelsea menjadi salah satu klub yang mengalami nilai kerugian paling tinggi. Menurut laporan Daily Mail, dalam tiga tahun terakhir, rerata kerugian tahunan Chelsea mencapai lebih dari 105 juta poundsterling (Rp 1,633 triliun).

    DAILY MAIL | SKY SPORTS | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Bologna Incar Pemain Muda Indonesia

    Mancini: City Ingin Gaet Cavani

    'File' Daftar Buruan Manchester City Diretas

    Xavi: Spanyol Harus Mewaspadai Suarez


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.