Minggu, 25 Februari 2018

'Peace for Irak' dalam Australia vs Irak  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 18 Juni 2013 19:08 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 'Peace for Irak' dalam Australia vs Irak  

    Timnas sepakbola Australia. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.CO, Sydney - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memang melarang keras agenda politik masuk ke lapangan sepak bola. Namun itu tidak menyurutkan niat warga Australia yang akan memprotes Perang Irak pada kualifikasi Piala Dunia zona Asia antara tuan rumah Australia vs. Irak, Selasa, 18 Juni 2013.

    Sebuah kampanye damai akan menggelar protes terbuka kepada pemerintah Australia atas keterlibatan mereka di Perang Irak 2003 lalu. Kelompok Love from Australia akan berdiri di luar Stadion ANZ, Sydney, sebelum pertandingan dan membagikan selebaran yang berisi ajakan meminta suporter Australia melantunkan kalimat "Peace for Irak" pada akhir pertandingan.

    Salah seorang anggota Love from Australia mengatakan pertandingan tersebut menyediakan kesempatan sempurna bagi orang-orang untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap keterlibatan Australia dalam Perang Irak.

    "Acara olahraga biasanya tanpa isu-isu politik, tapi saat pergi ke sana kita memiliki kesempatan untuk menyorot keterlibatan Australia dalam perang yang sangat tidak populer itu," kata Shayne Hunter kepada Guardian, Selasa, 18 Juni 2013.

    Hunter, 24 tahun, mengatakan Love from Australia telah mencetak 2.000 flyer dalam bahasa Inggris. Mereka juga telah menyiapkan spanduk yang berisi pesan damai Australia untuk Irak dalam bahasa Arab dan akan dipajang di dalam stadion.

    "Kami meminta agar di akhir pertandingan Anda menunjukkan solidaritas dan kasih sayang dengan orang-orang Irak dengan mengucapkan 'Peace for Irak'. Jika ini dilakukan sangat mungkin kalimat ini akan menjangkau orang-orang Irak, sehingga meningkatkan reputasi orang Australia secara internasional," bunyi penggalan flyer tersebut.

    Dalam sebuah rilis pers yang diumumkan Love from Australia, mereka akan memenuhi sudut Dawn Frases Avenue dan Olympic Boulevard di dekat Stadion ANZ. Mereka berencana akan memulai aksi pada 18.00 waktu Sydney sambil mengangkat tanda-tanda kalimat "Sorry for the war Iraq".

    GUARDIAN | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Radja Nainggolan: Saya Bukan Tentara Bayaran!

    Radja Nainggolan: Indonesia Bagian Hidup Saya

    Bob Hippy: Ketua Umum PSSI Salah Sejak Awal


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.