Rijkaard Pilih Menganggur Ketimbang Latih PSG

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Frank Rijkaard. AP/Manu Fernandez

    Frank Rijkaard. AP/Manu Fernandez

    TEMPO.CO, Belanda - Mantan pelatih Barcelona, Frank Rijkaard, mendapat kesempatan untuk menangani salah satu klub terkaya di dunia, Paris Saint-Germain. Namun, bekas pelatih tim nasional Arab Saudi, yang dipecat pada Januari lalu, itu malah menampik tawaran PSG.

    Rijkaard lebih memilih menganggur. "PSG adalah klub besar dan semua pelatih ingin menjadi bagian dari rencana mereka," kata agen Rijkaard, Perry Overeem, pada koran olahraga Spanyol, AS, Jumat, 21 Juni 2013. "Tapi, dia tidak ingin melatih di tahun ini."

    Jika PSG melayangkan tawaran buat Rijkaard pada tahun depan, kata Overem, mungkin kliennya akan mengambilnya. "Tahun depan akan menjadi sebuah solusi yang bagus. Namun, tidak untuk saat ini," ujar pria berkewarganegaraan Belanda itu.

    Setelah penolakkan dari Rijkaard, PSG langsung mengalihkan bidikannya. Menurut laporan L'Equipe, PSG kembali menjalin kontak dengan bekas pelatih tim nasional Prancis, Laurent Blanc. PSG pun ingin mencapai kesepakatan pada Sabtu mendatang.

    Sementara ini, Carlo Ancelotti tengah menanti kepastian dari PSG. Berdasarkan pemberitaan sejumlah media Italia pada Kamis lalu, 20 Juni 2013, Ancelotti baru dapat pergi jika PSG sudah mendapat penggantinya. Saat ini, ia tengah dikaitkan dengan Real Madrid.

    Jika Madrid ingin mendapatkan tanda tangan Ancelotti, klub raksasa asal Spanyol itu harus memenuhi persyaratan dari PSG. Klub yang bermarkas di Parc des Princes ini meminta Los Blancos melakukan dua pertandingan persahabatan dengan mereka.

    AS | SINGGIH SOARES   

    Baca Juga
    United Capai Kesepakatan Personal dengan Thiago

    Jamu Arema, Sriwijaya Siap Rebut Posisi Runner-Up

    Miralem Pjanic Bantah Ada Tawaran Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.