Berpesta Sebelum Kemalingan, Ini Jawaban Pique

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerard Pique. AP/Fernando Llano

    Gerard Pique. AP/Fernando Llano

    TEMPO.CO, Recife - Bek Spanyol, Gerard Pique, membantah hasil investigasi pihak kepolisian terkait kasus pencurian di kamar para pemain La Furia Roja. Pique menyatakan ia dan rekan setimnya tidak berpesta dan bermain kartu dengan beberapa perempuan lokal sebelum pencurian.

    “Itu semua adalah kebohongan,” ujar pemain bertahan Barcelona ini kepada Cadena Cope, Selasa, 25 Juni 2013. “Mereka mencoba mempersulit hidup orang lain.” Pique mengatakan Federasi Sepak Bola Spanyol yang akan mengurus masalah tersebut.

    Pada Senin pekan lalu, kamar para pemain Spanyol dibobol maling ketika mereka tengah menghadapi Uruguay pada laga perdana Grup B Piala Konfederasi 2013. Tercatat, enam pemain Spanyol, termasuk Pique, kehilangan sejumlah uang dan barang berharga.

    Namun, menurut hasil investigasi kepolisian, para pemain Spanyol kemalingan setelah mereka selesai bertanding dengan Uruguay. Mereka kemalingan karena sebelum istirahat sempat berpesta dengan lima orang perempuan sembari main strip poker.

    Hasil investigasi itu berdasarkan keterangan dari pegawai Golden Tulip Hotel, tempat menginap timnas Spanyol selama mengikuti Piala Konfederasi, dan hasil rekaman cctv. Namun, sampai saat ini, pihak kepolisian belum juga menemukan kelima perempuan itu.

    Pique mengatakan insiden itu begitu menyesakkan. “Ini semua pengalaman yang sangat tidak menyenangkan dan diinginkan,” ujar mantan palang pintu Manchester United itu. “Masalah ini akan diselesaikan. Di beberapa titik, kebohongan akan terungkap.”

    GOAL | SINGGIH SOARES

    Baca Juga:
    Pep: Saya Tidak Tahu Rasanya Menghadapi Barcelona 

    Napoli-Chelsea Sepakati Harga Transfer Cavani 

    Monreal: Isco Bakal Sukses di Madrid  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.