Menteri Roy: Sanksi Persija Tunggu Kepolisian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain tim sepakbola Persija berdiskusi dengan sejumlah wasit di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (22/6). TEMPO/Seto Wardhana.

    Sejumlah pemain tim sepakbola Persija berdiskusi dengan sejumlah wasit di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta (22/6). TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Bandung - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menyarankan agar aksi kriminal perusakan bus pemain Persib Bandung akhir pekan lalu tak serta merta membuat skuad Persija Jakarta kena sanksi disiplin. PSSI sebaiknya menunggu tuntasnya pengusutan polisi atas kasus perusakan yang berbuntut kisruh perusakan mobil pelat B di Bandung tersebut.

    "Saya tak setuju kalau belum-belum sudah disalahkan bahwa pelaku perusakan adalah Jakmania (suporter Persija) dan dikaitkan dengan Persija. Lalu Persija kena sanksi sebelum polisi mengusut tuntas oknum dan terbukti bahwa pelaku (perusakan) adalah suporter salah satu kesebelasan,"ujar Roy usai di kampus Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Selasa 25 Juni 2013.

    Roy mengakui kewenangan PSSI menjatuhkan sanksi serta waktu dan lokasi laga ulang skuat Persib versus Persija harus independen dari intervensi pemerintah. Tapi sebagai Menpora sesuai Undang-Undang Keolahragaan, pemerintah wajib memberikan saran, perlindungan dan ketegasan kalau ada sesuatu terjadi.

    "Hanya harus dikawal (pemerintah bisa mengawal) tanpa intervensi bahwa apabila memang ada aksi kriminal oleh oknum maka harus dipisahkan aspek kriminal ini dengan sportivitas keolahragaannya,"kata dia. Terkait itu, Roy mengaku dia juga sudah berkomunikasi dengan Wakil Ketua PSSI La Nyalla terkait pertimbangan jadwal ulang laga Persib - Persija.

    "Kenapa waktu laga ulang itu setelah Lebaran pada Rabu 28 Agustus karena untuk memastikan dulu apa hasil pengusutan oleh kepolisian. PSSI tak perlu terburu-buru putuskan lokasi laga sebelum pengusutan polsi tuntas,"kata dia.

    Sebelumnya, Roy juga menyambangi markas Kepolisian Jakarta Selatan untuk meminta penjelasan hasil sementara pemeriksaan kasus penyerangan bus pemain Persib. "Saya sudah temui Kepala Polresnya (Jakarta Selatan) Pak Wahyu Hadiningrat dan mendapat penjelasan detil tentang perkembangan penyidikan kasus itu,"kata dia.

    ERICK P. HARDI

    Terhangat:
    Ridwan Kamil
    | Razia Bobotoh Persib| Puncak HUT Jakarta| Penyaluran BLSM| Ribut Kabut Asap


    Baca Juga:
    Ada Caleg Bekas Model Porno dan Temperamental

    Ayi Vivananda Bakal Gugat Hasil Pilkada Bandung 

    Soal Asap, SBY Sesalkan Komentar Anak Buahnya

    Pernikahan Darin-Luthfi Tak Tercatat di KUA 

    Alasan Darin Mumtazah Mangkir dari Panggilan KPK 

    Gadis Berwajah Nenek-nenek Ini Jalani Operasi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.