Higuain Terlalu Mahal Untuk Juventus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gonzalo Higuain. AP/Andres Kudacki

    Gonzalo Higuain. AP/Andres Kudacki

    TEMPO.CO, Madrid-Striker timnas Argentina, yang juga bermain untuk Real Madrid, Gonzalo Higuain, kini dalam perjalanan ke Arsenal setelah harga transfernya terbukti mahal bagi Juventus. The Old Lady, julukan Juventus,  sebelumnya sudah melakukan negosiasi untuk memboyong pemain berusia 25 tahun ini.

    Higuain berniat hengkang setelah kontraknya bersama Real Madrid habis di musim panas ini. Para pejabat Juventus telah melakukan perundingan selama enam minggu terakhir untuk menyepakati harga transfer Higuain.

    Namun, harga yang ditawarkan Madrid untuk Higuain terlalu mahal. Juventus menawar dengan nilai Rp 284 miliar, sedangkan Real Madrid bertahan dengan nilai Rp 388 miliar untuk melepas Higuain. Nicolas Higuain, selaku agen dan juga saudara laki-laki dari Gonzalo, mengaku tawaran Real sangat tinggi, sehingga Juve mengurungkan niatnya membeli striker kelahiran Brest, Prancis itu.

    “Aku rasa Higuain pindah ke Arsenal,” kata Nicolas kepada TMW dan dikutip Football Italia, Rabu, 26 Juni 2013. “Juventus adalah klub besar yang sangat bagus, tapi harga yang ditawarkan Real Madrid terhadap Gonzalo sangat mahal.”

    Meski gagal mendapat Higuain, Juventus baru saja resmi memboyong striker Manchester City, Carlos Tevez, dengan harga yang lebih murah, yakni Rp 155 miliar.

    FOOTBALL ITALIA | REZA ADITYA RAMADHAN

    Topik Terhangat
    Ribut Kabut Asap |PKS Didepak?| Persija vs Persib| Penyaluran BLSM |Eksekutor Cebongan
    Berita Lainnya
    Menteri Roy: Sanksi Persija Tunggu Kepolisian
    Juventus Berhasil Dapatkan Tevez
    Kebut Transfer Tevez, Juventus Terbang ke Inggris
    Dipanggil Polisi, Sihar Sitorus Masih di Jepang
    Cavani Kesal Dijual Terlalu Mahal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.