Persija Bantah Terlibat Penyerangan Bus Persib

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memperhatikan kerusakan pada bus pengangkut tim sepak bola Persib di KM 19 Tol Cikampek, Jawa Barat (22/6). Bus yang mengangkut tim sepak bola Persib dilempar dan dirusak oknum suporter Persija saat akan menuju Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, sebelum bertanding melawan Persija. ANTARA/Hana

    Warga memperhatikan kerusakan pada bus pengangkut tim sepak bola Persib di KM 19 Tol Cikampek, Jawa Barat (22/6). Bus yang mengangkut tim sepak bola Persib dilempar dan dirusak oknum suporter Persija saat akan menuju Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, sebelum bertanding melawan Persija. ANTARA/Hana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Persija Jakarta Ferry Paulus mengatakan pelaku penyerangan bus Persib Bandung bukanlah pendukung Persija. Dia berharap polisi bisa cepat menangkap pelakunya.

    "Supaya terang benderang siapa pelaku sebenarnya," katanya usai memenuhi panggilan Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia di kantor PSSI di Jakarta, Rabu, 26 Juni 2013. "Ini dampaknya besar, menjadi perseteruan negatif."

    Ferry, 49 tahun, mengatakan Persija sudah berusaha maksimal mengamankan tamu mereka. "Semua dijalankan sesuai prosedur tetap yang ada," ujar pengusaha transportasi ini.

    Penyerangan tersebut terjadi pada Sabtu siang, 22 Juni 2013, di depan hotel Kartika Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Bus yang mengangkut pemain dan ofisial Persib dilempari batu oleh oleh sekelompok orang. Akibatnya, kaca bus pecah serta beberapa orang di dalamnya luka-luka. Maung Bandung pun urung melakoni laga melawan Persija Jakarta yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno beberapa jam kemudian.

    Ferry mengatakan, JakMania, kelompok pendukung Persija, sudah melakukan investigasi terhadap kelompok-kelompok mereka. Dari hasil penyelidikan itu, dia melanjutkan, tidak ditemukan orang-orang yang bersikap anarkis.

    Ferry menyetujui penjadwalan ulang laga Persija-Persib. "Saya ingin partai itu menjadi satu laga yang bisa kami menangkan," katanya. Dia berharap kepolisian memberi izin pertandingan tetap berlangsung di Jakarta.

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.