Casillas: Mourinho Bikin Saya Menangis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iker Casillas. AP/Natacha Pisarenko

    Iker Casillas. AP/Natacha Pisarenko

    TEMPO.CO, Brasil - Penjaga gawang Real Madrid, Iker Casillas, mengalami periode yang mengerikan di musim lalu. Pemain yang paling dipuja Madridista--sebutan suporter Madrid--ini dibangkucadangkan Jose Mourinho selama lima bulan.

    Dalam wawancara dengan Fifa.com., Casillas mengaku kecewa dengan keputusan Mourinho yang menurunkan statusnya dari pemain inti Madrid menjadi cadangan. "Saya menangis," ujar Casillas, Kamis, 27 Juni 2013.

    Selama lima bulan menjadi penghangat bangku cadangan Madrid, Casillas mengatakan ia kerap mengalami kegalauan. "Saya menderita, saya tidak sehat, dan saya susah tidur malam," ujar kekasih Sara Carbonerra itu.

    Dalam periode sulit itu, Casillas sempat dikabarkan bakal hengkang dari Madrid setelah musim 2012/2013 berakhir. Casillas pernah dilaporkan akan bergabung dengan Arsenal, Manchester United, bahkan ke Barcelona.

    Casillas mengatakan ia tidak akan pernah meninggalkan Madrid. Sebab, ia begitu mencintai Madrid. "Saya adalah Madridista sampai jauh ke bawah jiwa dan di atas segalanya. Terpenting buat saya adalah klub," ujarnya.

    Karena itu, Casillas memiliki impian untuk mengakhiri karier di klub paling sukses di Spanyol ini. "Saya akan sangat senang bisa pensiun di Madrid," ujar kiper 31 tahun yang punya nama lengkap Iker Casillas Fernandez itu.

    Tampaknya, Casillas tidak akan bersedih lagi. Mourinho telah pergi dari Madrid untuk bergabung ke klub lamanya, Chelsea. Kursi kepelatihan Madrid kini diduduki bekas pelatih Paris Saint-Germain, Carlo Ancelotti.

    Baca Juga:
    Inter Tak Menyesal Gagal Gaet Tevez

    Benitez: Madrid Pilih Pelatih yang Tepat

    Moratti-Erick Thohir Segera Tuntaskan Negosiasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.