Indonesia Akan Berlaga di Piala Dunia 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain sepakbola di jalanan yang penuh dengan puing-puing di Homs, Suriah, Rabu (29/5). REUTERS/Yazan Homsy

    Sejumlah anak bermain sepakbola di jalanan yang penuh dengan puing-puing di Homs, Suriah, Rabu (29/5). REUTERS/Yazan Homsy

    TEMPO.CO, Jakarta- Tim sepak bola anak jalanan Indonesia bakal berlaga di kejuaraan Piala Dunia Anak Jalanan atau Street Children World Cup di Brasil pada April 2014. Menurut Mahir Bayasut, seorang pendamping di Yayasan Transmuda Energy Nusantara, yang menanungi anak jalanan, keikutsertaan tim Indonesia diharapkan dapat memberi inspirasi kepada siapa pun agar peduli pada anak jalanan.

    "Kami berharap keterlibatan anak-anak bisa memberikan inspirasi," ucap Mahir dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 27 Juni 2013.

    Mahir menjelaskan, kejuaraan dunia itu diprakarsai lembaga swadaya internasional di Inggris. Kejuaraan itu digelar untuk memberikan kesempatan kepada anak jalanan ikut merasakan bermain bola laiknya anak-anak normal. Kejuaraan tersebut, kata dia, tidak berada di bawah naungan atau pengawasan FIFA.

    Street Child World Cup yang diselenggarakan sebelum Piala Dunia 2014 di Brasil bakal diikuti oleh 14 negara. Para peserta itu ialah Brasil, Nikaragua, Sierra Leone, Afrika Selatan, Mauritius, Tanzania, Burundi, Kenya, Mesir, Ukraina, Pakistan, India, Indonesia, dan Filipina.

    Tidak semua anak jalanan bisa mengikuti kejuaraan ini, karena menurut Mahir akan dilakukan seleksi lebih dulu. Seleksi dilakukan dengan melibatkan sekolah sepakbola lokal dan yayasan di daerah. "Kami juga menggandeng Brazilian Soccer School," ucapnya.

    Manajer Brazilian Soccer School, Susanto Budiwidiyanto, menyatakan akan melakukan seleksi pada tujuh provinsi di Indonesia. Diharapkan dapat dijaring pemain dengan kualitas permainan yang baik. "Kriterianya tidak hanya pada keterampilan tapi juga karakter yang baik," kata Susanto.

    Dari seleksi itu diharapkan didapat 200 anak yang akan digembleng lebih lanjut dalam satu latihan. Yayasan tersebut kemudian akan menyeleksi mereka menjadi 50 orang yang berada di rentang usia 12 sampai 16 tahun. "Kemudian kami seleksi lagi hingga tinggal hanya 16 pemain, terdiri dari delapan putra dan putri yang akan dikirim ke Brasil," ucap Susanto.

    Sebelum berangkat ke Brasil, para pemain akan digembleng dalam latihan berikutnya selama tiga bulan. Menurut dia, untuk bertanding melawan kesebelasan seperti Brasil, diperlukan mental bertanding yang kuat. "Untuk pelatih akan kami sediakan," ucap Susanto.

    Ia menambahkan, peta kekuatan 14 tim yang bertanding nanti dinilai merata. Juara bertahan pada Piala Dunia Anak Jalanan 2010, India misalnya, tidak diunggulkan dalam kejuaraan tersebut. Menurut Susanto, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk merebut gelar juara.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.