Spanyol Kena 'Kutukan', Italia Anti-catenaccio  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Brasil Hernanes (kiri) memperebutkan bola dengan pesepakbola Italia Alessandro Diamanti (dua dari kiri) dan Alberto Aquilani (tiga dari kiri) dalam pertandingan Piala Konfederasi di Arena Fonte Nova, di Salvador, Brasil, Sabtu (22/6). REUTERS/Paulo Whitaker

    Pesepakbola Brasil Hernanes (kiri) memperebutkan bola dengan pesepakbola Italia Alessandro Diamanti (dua dari kiri) dan Alberto Aquilani (tiga dari kiri) dalam pertandingan Piala Konfederasi di Arena Fonte Nova, di Salvador, Brasil, Sabtu (22/6). REUTERS/Paulo Whitaker

    TEMPO.CO, Fortaleza - Saking sulitnya meladeni Spanyol, Cesare Prandelli sampai menyatakan tidak ada satu pun sistem yang pasti untuk meredam permainan Matador. Tidak peduli apakah dengan tiga bek, empat bek sejajar, bahkan catenaccio sekalipun.

    "Perubahan taktik? Tidak ada sistem yang sempurna yang memberikan kepastian bisa mengalahkan Spanyol," kata pelatih tim nasional Italia itu kepada Gazzetta dello Sport, Kamis, 27 Juni 2013.

    "Mereka akan menjaga penguasaan bola, kami hanya harus bermain seperti yang kami lakukan di babak kedua melawan Basil. Dengan begitu kami akan bertahan dalam pertandingan," tambah Prandelli.

    Italia benar-benar menampilkan Italia ala Prandelli di babak kedua ketika melawan Brasil pada pertandingan grup A. Saat itu, Italia mengambil alih penguasaan bola dari Brasil dan menekan Selecao sejak di garis pertahanan Brasil.

    Cara main itu pula yang menjadi ciri khas Spanyol. Bahkan para penyerang mereka bisa langsung berubah menjadi pemain bertahan segera setelah kehilangan bola.

    "Lagi pula, apa yang paling penting adalah mentalitas dengan sisi permainannya, bukan jumlah penyerang mereka. Kami akan memainkan sepak bola menyerang di mana kami memiliki pemain-pemain berkualitas, bukan karena kami mengambil inspirasi dari Spanyol, yang memainkan sepak bola menyerang," ujar Prandelli.


    Pelatih Spanyol Vicente Del Bosque sadar, Italia akan menyesuaikan penampilannya dengan karakteristik Spanyol. Namun Del Bosque memastikan mereka tidak akan mengubah gaya permainan, yang telah membuat Spanyol menguasai Eropa dan Dunia dalam lima tahun terakhir.

    "Kami tidak akan memakai formula rahasia. Italia akan bermain menyesuaikan dengan karakteristik Spanyol, dan saya mengatakannya tanpa arogansi, karena kita juga harus beradaptasi untuk menetralkan kualitas mereka," kata Del Bosque kepada AS.

    Pada Jumat dinihari, 28 Juni 2013, ketika kedua tim bentrok di Fortaleza untuk melaju ke final Piala Konfederasi 2013, Italia dipastikan kehilangan Mario Balotelli yang telah dipulangkan ke Italia karena cedera. Del Bosque menilai ketiadaan Balotelli tidak akan mereduksi kekuatan Italia.

    "Itu kerugian yang signifikan bagi Italia, tetapi mereka punya skuad sejumlah 23 pemain. Saya yakin pemain lain akan sebaik Balotelli, tapi dengan karakteristik yang berbeda," ujar Del Bosque.

    "Tempat Balotelli akan diisi Gilardino. Dia pemain handal. Dia tahu di mana tujuannya," kata Prandelli. 

    Prandelli menegaskan timnya harus bermain secara kolektif. Melihat cara bermain masing-masing individu di Spanyol, Prandelli menganggap tidak mungkin mengimbangi Spanyol. Italia tidak punya pemain yang benar-benar bisa mengubah keadaan secara individual.

    "Kami mungkin kalah dalam hal kualitas individu, tapi kami bisa mendapat kualitas dalam permainan kolektif," tegas Prandelli.

    Berbeda dengan Italia yang tak bisa diperkuat beberapa pemain andalannya seperti Mario Balotelli dan Ignazio Abate yang mengalami dislokasi bahu, Spanyol bisa memainkan seluruh pemainnya. Jesus Navas, satu-satunya pemain Spanyol yang belum turun di Piala Konfederasi, masih berkesempatan membuat debutnya di Brasil.

    Namun keyakinan Spanyol bukan terletak pada keutuhan skuad mereka yang bebas dari cedera. Del Bosque menegaskan kekuatan Spanyol paling utama adalah kekompakan tim.

    "Spanyol memiliki skuad yang stabil di mana itu merupakan yang terpenting selain talenta mereka melanjutkan kemenangan. Semangat kompetitif mereka tak terpadamkan," ujar Del Bosque.

    Del Bosque hanya mengkhawatirkan motivasi balas dendam Italia di final Euro 2012. Ketika itu, Azzuri kalah 0-4 dari Spanyol. Apalagi Spanyol punya sedikit trauma dengan semifinal Piala Konfederasi.

    Pada 24 Juni 2009 lalu, rekor 3 tahun Spanyol tanpa kalah--sejak 2006--runtuh di tangan Amerika Serikat dalam semifinal Piala Konfederasi 2009 di Afrika Selatan. Bisa jadi kutukan itu berulang ketika rekor 3 tahun tanpa kalah Spanyol (sejak 2010) harus patah di semifinal Piala Konfederasi 2013, kali ini oleh Italia.

    Saksikan pertandingannya pada Jumat, 28 Juni 2013, mulai pukul 02.00 WIB langsung di TV One.

    Prakiraan Starting XI
    Spanyol: Casillas; Arbelola, Ramos, Pique, Alba; Xavi, Busquets, Iniesta; Pedro, Soldado, Fabregas.

    Italia: Buffon; Bonucci, Barzagli, Chiellini; Maggio, Aquilani, Pirlo, De Rossi, De Siciglio; Gilardino, Shaarawy.  

    AS | GAZZETTA DELLO SPORT | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Moratti-Erick Thohir Segera Tuntaskan Negosiasi
    SBY dan Ronaldo Saling Follow di Twitter
    Tevez Datang, Juventus Tak Punya Saingan di Italia

    MU Adakan Pertemuan Rahasia dengan Ronaldo
    Scolari: Misi Brasil ke Final Konfederasi Tercapai


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.