30 Tahun ke Depan, Inggris Kering Prestasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Timnas Inggris sedang berlatih di London Colney, Inggris, (10/9). REUTERS/Darren Staples

    Timnas Inggris sedang berlatih di London Colney, Inggris, (10/9). REUTERS/Darren Staples

    TEMPO.CO, Inggris - Mantan pemain Tottenham Hotspur, Osvaldo Ardiles, memprediksi Inggris tidak akan menjuarai Piala Dunia dalam 30 tahun ke depan. “Inggris dalam keadaan buruk. Anda tidak akan memenangi Piala Dunia selama 20 atau 30 tahun,” katanya, Jumat, 28 Juni 2013.

    Ardiles berpendapat seperti itu karena tidak adanya kesempatan bagi para pemain muda Inggris untuk menimba pengalaman di kompetisi tertinggi. Hampir sebagian besar klub-klub Inggris lebih mengandalkan kemampuan para pemain asing ketimbang lokal.

    “Tidak ada pemain lokal tumbuh dan hanya ada sedikit kesempatan buat mereka tampil,” tutur mantan pemain tim nasional Argentina di Piala Dunia 1978 itu. Ardiles pun meminta Federasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk segera berbenah. “Anda perlu revolusi.”

    Inggris, kata Ardiles, harus mengikuti jejak Prancis dan Spanyol yang sangat peduli dengan para pemain muda. “Seperti yang dilakukan Prancis sebelum menjuarai Piala Dunia dan Euro,” ucap pria berhidung besar itu. “Dan, seperti Spanyol di hari ini.”

    Namun, Ardiles tidak yakin Inggris akan melakukan perubahan dengan segera. “Apakah akan terjadi? Tidak ada kesempatan,” kata pria 60 tahun itu. Inggris, dia melanjutkan, adalah negara yang konservatif. “Untuk mengubah hal-hal tertentu tidaklah mudah.”

    Sebenarnya, Inggris sudah melakukan pembenahan. Mereka membangun pusat latihan top dunia untuk para pemain muda Inggris. Mereka memberi nama tempat itu Saint George Park. Namun, Ardiles tetap tidak yakin Saint George Park adalah solusi yang tepat.

    “Saint George Park adalah tempat yang indah,” tutur Ardiles. Tempat itu, dia menambahkan, mempunyai sejumlah lapangan dan ruang ganti yang fantastis. “Tetapi, berapa banyak pemain yang Anda hasilkan di sana? Satu atau dua, mungkin,” katanya.

    THE SUN | SINGGIH SOARES

    Baca Juga:
    Spanyol Kena 'Kutukan', Italia Anti-catenaccio 

    Deltamania Kecewa Pengaduannya Ditolak

    Lawan Italia, Reina Dukung Casillas Jadi Starter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.