Brasil ke Final Konfederasi, Satu Demonstran Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang polisi menyemprotkan gas air mata ke seorang demonstran di Brazil (15/6). Aksi dua hari aksi mengkritisi besarnya anggaran Piala Konfederasi di tengah kenaikan biaya transportasi ini berujung ricuh.  (AP Photo/Agencia Brasil, Marcello Casal)

    Seorang polisi menyemprotkan gas air mata ke seorang demonstran di Brazil (15/6). Aksi dua hari aksi mengkritisi besarnya anggaran Piala Konfederasi di tengah kenaikan biaya transportasi ini berujung ricuh. (AP Photo/Agencia Brasil, Marcello Casal)

    TEMPO.CO, Belo Horizonte - Seorang pria meninggal setelah terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dengan polisi Brasil sesaat sebelum laga semifinal Piala Konfederasi Brasil vs Uruguay dimulai, Kamis dinihari, 27 Juni 2013. Douglas Henrique Oliveira, 21 tahun, meninggal gara-gara cedera kepala usai terjatuh di jalan setapak dekat Stadion Miniero, Belo Horizonte.

    Kiper Brasil Julio Cesar mengatakan rekan-rekannya telah menyadari apa yang terjadi di luar stadion sebelum mereka bertanding melawan Uruguay. Namun Cesar mengaku mencoba tetap fokus sembari menganggap bahwa protes itu sangat normal dengan mengambil momennya di Piala Konfederasi.

    "Kami mencoba untuk fokus hanya pada pertandingan. Kami memahami apa yang sedang terjadi di Brasil, dan itu normal bahwa protes mengambil beberapa fokus dari Piala Konfederasi," katanya seperti dikutip ESPN, Jumat, 28 Juni 2013. "Tapi ada saat bahwa pemain perlu khawatir terhadap pekerjaan mereka di lapangan."

    Sebelum kick-off Brasil vs Uruguay kemarin, puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan kota Belo Horizonte menentang kebijakan pemerintah yang lembek dan tingginya biaya menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014. Polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan kerumunan sekitar 50 ribu pengunjuk rasa itu yang berbaris menuju Stadion Miniero.

    Laporan media mengatakan seorang demonstran tertembak peluru karet di bagian mata. Sekitar 20 orang diduga telah terluka, sementara 30 pengunjuk rasa ditangkap polisi.

    Unjuk rasa tersebut menyebabkan kerusakan di beberapa titik pusat kota Belo Horizonte di mana toko-toko dirusak dan kendaraan dibakari. Para pengunjuk rasa menuliskan slogan-slogan anti-pemerintah dan anti-piala dunia di dinding kota, dan beberapa terbaca sebagai "FIFA Go Home".

    ESPN | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Del Bosque: Italia Luar Biasa
    Resmi, Madrid Ikat Isco untuk Lima Musim
    Casillas: Spanyol Beruntung

    Meski Kalah, Prandelli Klaim Italia Main Fantastis


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?