Pilih Kiev, Belhanda Abaikan Arsenal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua pemain Arsenal mengawasi gawangnya yang dibobol oleh pemain Montpellier Younes Belhanda (tengah), dalam pertandingan Grup B Liga Champions yang berlangsung di Montpellier, Perancis, (19/9). AP/Claude Paris

    Dua pemain Arsenal mengawasi gawangnya yang dibobol oleh pemain Montpellier Younes Belhanda (tengah), dalam pertandingan Grup B Liga Champions yang berlangsung di Montpellier, Perancis, (19/9). AP/Claude Paris

    TEMPO.CO, Kiev - Arsenal harus berlapang dada. Pasalnya, Dynamo Kiev telah mengkonfirmasi penandatanganan gelandang Younes Belhanda dari Montpellier. Klub asal Ukraina itu belum mengungkapkan biaya transfer untuk mendatangkan pemain asal Maroko yang akan mengenakan nomor 90--tahun kelahirannya--di Kiev.

    Kepastian itu memupus harapan beberapa klub top Eropa yang dikabarkan meminati Belhanda. Sebelumnya Presiden Montpeiller telah mengonfirmasi lewat akun Twitter resmi klub bahwa mereka menerima dua tawaran untuk Belhanda, seperti dilaporkan Sky Sports, Minggu, 30 Juni 2013.

    Younes Belhanda terus dikaitkan dengan kepindahannya ke Arsenal dan Aston Villa. Nama Belhanda mencuat setelah tampil memukau saat mengantarkan Montpellier meraih gelar juara Ligue 1 pada 2011/2 lalu.

    Pada musim itu, Belhanda mencetak 12 gol dan 4 assist di Ligue 1. Permainan kinclongnya sebagai playmaker saat itu juga turut membantu Oliver Giroud--yang kini bermain untuk Arsenal--menjadi top skor Ligue 1 dengan torehan 21 gol.

    Musim lalu, Belhanda, 23 tahun, mencatakan 36 penampilan di Ligue 1 dan Liga Champions. Dua belas gol dan 3 assist berhasil dibuat oleh playmaker bernomor punggung 10 itu buat Montpellier.

    SKY SPORTS | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Brasil Kalahkan Spanyol 3-0
    Kata Maradona Soal Gol Tangan Tuhan
    Maradona Mengklaim Tak Tahu Soal Coaching Clinic


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.