Menteri Roy Minta Jakmania Bertemu Bobotoh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bobotoh mengenakan topeng saat ribuan suporter Persib berkumpul di jembatan fly over Pasupati, Bandung  (22/6).  TEMPO/Prima Mulia

    Seorang bobotoh mengenakan topeng saat ribuan suporter Persib berkumpul di jembatan fly over Pasupati, Bandung (22/6). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo berusaha memfasilitasi perdamaian antara suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung. Usaha perdamaian itu dimulai dengan meminta pengurus-pengurus The Jakmania--suporter Persija--dikumpulkan.

    Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Roy dengan pengurus Persija dan Ketua The JakMania, Larico Ranggamone di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa, 2 Juli 2013. "Sebelum bertemu Bobotoh (suporter Persib), paling tidak pengurus JakMania kumpul terlebih dahulu," kata Roy.

    Larico menyatakan siap mengumpulkan semua pengurus The Jakmania. Ia juga menyatakan siap bertemu Bobotoh. "Kami terbuka bagi siapa aja," katanya. "Kapan pun mau didamaikan, kami siap."

    "Sejak 2004, kami sudah mengupayakan perdamaian," tutur Larico. "Pada 2004 saya sudah datang ke Bandung untuk mengusahakan perdamaian. Tapi, ada sebagian Persin yang tidak mau berdamai."

    Larico juga menyesalkan dan mengecam keras tindakan kekerasan berupa penyerangan bus Persib beberapa waktu lalu dengan mengatasnamakan JakMania. "Saya sudah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh polisi dan saya sudah menyampaikan apa adanya," kata dia.

    Usaha-usaha meredam picuan konflik dari Persija sendiri, kata Larico, juga sudah dilakukan. "Saya haramkan kata-kata makian bagi Persib," ujarnya.

    Ketua Umum Persija Jakarta Ferry Paulus menyambut baik usulan pertemuan ini. Menurutnya, harmonisasi klub-suporter Persija baik. "Bahkan kami memiliki pertemuan rutin dengan JakMania," ujarnya.

    Ferry juga menyinggung aliran suporter garis keras. Ia menyebut mereka sebagai, "Sempalan-empalan yang secara organisatoris agak susah dikemudikan." Menurut Ferry, hal ini yang perlu diselesaikan.

    Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persija, Hanif Ditya, mengatakan tidak ada masalah antara pemain dan manajemen Persija dan Persib. Yang ada adalah saling intimidasi antar suporter, terutama lewat media sosial, dan itu mempercepat ketegangan. "Diperlukan kejernihan berpikir dan kedewasaan," ujarnya. "Mungkin media sosial bisa digunakan untuk arah sebaliknya."

    Menurut salah satu Liaison Officer Persija, Mukhsin, upaya perdamaian sudah ia lakukan setahun lalu, dengan memasang spanduk sebelum pertandingan bertuliskan: "Viking. Dan TheJakMania bersatulah".

    GADI MAKITAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?