Mourinho Tidak Menginginkan Kaka di Madrid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ricardo Izecson dos Santos Leite, gelandang serang Real madrid asal Brasil, dipanggil Kaka sejak kecil karena kakaknya tak bisa melafalkan

    Ricardo Izecson dos Santos Leite, gelandang serang Real madrid asal Brasil, dipanggil Kaka sejak kecil karena kakaknya tak bisa melafalkan "Ricardo" dengan benar. Zimbio.com

    TEMPO.CO, Madrid - Ricardo Kaka mengalami masa-masa yang sulit selama empat musim di Real Madrid. Karier Kaka semakin tenggelam ketika Jose Mourinho menangani klub raksasa Spanyol itu selama tiga musim, dari 2010 sampai 2013.

    Kaka kerap menjadi penghangat bangku cadangan. Dia menjadi pilihan kedua setelah Mesut Ozil karena dinilai mempunyai masalah pada fisiknya. Namun, itu tampaknya akal-akalan Mourinho untuk tidak memakai Kaka.

    "Mourinho tidak menginginkan Kaka berada di klub. Mourinho hanya ingin menggunakan Kaka secara singkat," kata salah satu orang terdekat Kaka kepada surat kabar olahraga ternama Spanyol, AS, Sabtu, 6 Juli 2013.

    Lantaran tak masuk ke dalam skuad inti, sejumlah klub di Italia dan Inggris mencoba mendapatkan tanda tangan Kaka. Namun, Mourinho ogah menjual Kaka. Peramu strategi asal Portugal itu takut Kaka kembali bersinar.

    "Mourinho takut mengirim Kaka ke sebuah klub besar Eropa dan akan meraih kesuksesan di sana," kata sang sumber. Mourinho pun lebih tertarik menjual Kaka ke klub Rusia ataupun Cina. "Namun, Kaka tidak mau ke sana."

    Kaka menolak mengadu nasib ke Rusia atau Cina karena tidak ingin peluangnya untuk kembali ke tim nasional Brasil tertutup rapat. Sebab, jebolan akademi Sao Paulo ini pengin sekali tampil di Piala Dunia 2014.

    "Kaka ingin mendapatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan bersama klub terbaik di dunia. Namun, Mourinho tidak memberikan kesempatan kepadanya. Hubungan keduanya tidak cukup bagus," ujar sang sumber.

    Kini, masa depan Kaka kembali bersinar terang. Mourinho telah angkat kaki dari Santiago Bernabeu dan kembali menangani klub lamanya, Chelsea. Sekarang, El Real diarsiteki mantan pelatih Kaka di Milan, Carlo Ancelotti.

    Meski memiliki kedekatan emosional dengan Ancelotti, Kaka bakal berusaha keras menampilkan performa terbaiknya. "Kaka belum lupa bagaimana bermain sepak bola di sepanjang malam. Dia termotivasi," tutur sang sumber.

    AS | SINGGIH SOARES

    Baca Juga:
    Ini Alasan Benitez Memilih Napoli 

    Nesta: Ancelotti Sempurna Buat Madrid 

    Jadi Manajer MU, Moyes Tak Bisa Berkata-kata 

    Moyes: Rooney Tidak Dijual!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.