Inilah Kisah Perjalanan Karir Paulinho

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, London-Pemain baru Tottenham Hotspur Jose Paulo Bezerra Maciel Junior atau yang biasa dikenal dengan nama Paulinho percaya bahwa pengalamannya bermain di klub Eropa bisa membuatnya memiliki mental yang kuat. Pemain gelandang timnas Brasil  ini telah menyelesaikan kesepakatan transfer senilai Rp 249 miliar dari Corinthians ke Tottenham Hotspur.

    Tujuh tahun yang lalu, saat usianya masih 17 tahun, pemain kelahiran Sao Paulo, Brasil ini melakukan perjalanan yang jauh dari tanah airnya menuju Lithuania untuk memperkuat klub FC Vilnius. Setelah dua musim dia hijrah ke Polandia untuk berkarid di klub LKS Lodz.

    Namun Paulinho menjadi sasaran insiden pelecehan rasis di Eropa Timur dan memutuskan kembali ke Brasil. Paulinho hanya menghabiskan satu musim bersama klub LKS Lodz. “Tidak penting dimana anda berada, anda harus berjuang sampai akhir, ini sangat penting, jangan mudah menyerah,” ujar Paulinho, seperti dikutip Sky Sports, Minggu, 7 Juli 2013.

    Karirnya sepakbolanya semakin berkembang, terutama sejak menandatangani sebagai pemain Corinthians pada tahun 2010. Permainannya sangat mengesenkan, setahun kemudian Paulinho mendapat pengakuan internasional sebagai salah satu pemain terbaik dan mulai diincar klub-klub besar.

    “Setelah semua yang aku lalui, semua momen-momen buruk, hal-hal buruk, aku tetap jalani, karena aku tahu memiliki potensi yang bisa dikembangkan,” kata Paulinho. “Usai kembali ke Brasil dari Eropa, aku memulai semuanya dari nol sampai akhirnya aku bisa berlabuh kembali ke Eropa dan bermain dengan Tottenham Hotspur.”

    SKY SPORTS | REZA ADITYA RAMADHAN

    Topik Terhangat
    Karya Penemu Muda| Bursa Capres 2014 |Ribut Kabut Asap| Tarif Progresif KRL| Bencana Aceh
    Berita Lainnya
    Ajax Amsterdam Pinjam Bojan Krkic  
    Diminati Klub Inggris, Giaccherini Ogah Hengkang
    Van der Vaart Ingin Pensiun di Hamburg  
    Getafe Tertarik dengan Morata
    Pakai Nomor 10, Tevez Tak Terbebani


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.