Newcastle Bidik Bent dan Remy

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alan Pardew. REUTERS/Phil Noble

    Alan Pardew. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Newcastle - Manajer Newcastle United, Alan Pardew, mengkonfirmasi bahwa klubnya tengah membidik dua penyerang, yaitu Darren Bent dan Loic Remy. Pardew tak ingin timnya terlalu bergantung kepada Papiss Demba Cisse di musim depan.

    Newcastle memang membutuhkan penyerang baru. Kepergian Demba Ba ke Chelsea pada Januari lalu menyisakan lubang di lini depan Newcatle. Sementara performa Shola Ameobi dan Yoan Gouffran tak terlalu menonjol. Alhasil, Pardew hanya bisa mengandalkan Cisse.

    “Kedua pemain itu (Bent dan Remy) memang ada di daftar beli kami. Saya tidak berbohong tentang hal itu,” kata Pardew kepada Northern Echo seperti dilansir Sky Sports, Selasa, 9 Juli 2013. “Kami membutuhkan dua penyerang. Musim lalu, saya tidak berpikir ada persaingan yang cukup di lini tersebut.”

    Peluang Newcastle untuk mendapatkan Bent dan Remy cukup terbuka. Bent dikabarkan sudah tak dibutuhkan Aston Villa. Pemain asal Inggris itu kalah bersaing dengan Christian Benteke.

    Sementara itu, Remy tampaknya tak ingin bermain di Queens Park Rangers yang terdegradasi ke Divisi Championship. Newcastle juga bisa memanfaatkan kehadiran para pemain asal Prancis untuk menggoda Remy. Mantan pemain Olympique Marseille itu juga nyaris berlabuh ke Newcastle pada Januari lalu.

    “Akan tetapi, mereka masih terikat kontrak. Ini situasi yang sulit, Anda harus berhati-hati,” ujar Pardew. “Penggemar kami tentu senang mendengar siapa pemain yang diincaran, tapi saya tidak ingin menggangu persiapan klub-klub lain.”

    SKY SPORTS | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Atletico Gaet David Villa dari Barca
    MU Teken Kontrak Sponsor dengan Maskapai Rusia
    Kagawa Bersemangat Jelang Liga Primer Musim Depan
    Bayern Sepakat Lepas Gomez ke Fiorentina
    Everton Resmi Boyong Striker Wigan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.