Real Madrid Gaet Bocah Ajaib Asal Amerika Serikat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joshua Pynadath. Gazetevatan.com

    Joshua Pynadath. Gazetevatan.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Real Madrid mengalahkan rivalnya, Barcelona untuk mendapatkan bocah 11 tahun asal Amerika Serikat, Joshua Pynadath. Joshua sebelumnya mencicipi pelatihan di akademi kedua klub raksasa Spanyol itu. Namun dia memilih untuk bergabung dengan Real Madrid setelah ditawarkan kesempatan untuk bergabung dengan tim remaja Madrid.

    Madrid telah mendapatkan tandatangan penyerang berbakat itu untuk perjanjian satu tahun bergabung dengan akademi Madrid selama musim gugur ini.

    Pynadath menjadi orang Amerika pertamayang bergabung dengan akademi muda Madrid, yang telah menghasilkan pemain legenda Los Blancos seperti Iker Casillas, Raul, dan Guti.

    Madrid awalnya diberitahu tentang potensi bocah ajaib ini oleh Jeff Baicher, direktur teknik klub yang menaungi Pynadath saat ini De Anza Force Soccer Club.

    Baicher mengirimkan video yang menggambarkan keahlian Pynadath dalam dribbling, passing, dan kemampuannya menembak setahun lalu kepada manajemen Madrid. Hal itu cukup untuk meyakinkan klub itu mengundangnya untuk ikut berlatih selama sepekan pada akhir November silam.

    Penyerang yang berasal dari Los Altos Hills di California ini melakukan cukup baik hingga bisa mencicipi pelatihan tambahan pada awal tahun ini dan juga menarik perhatian dari raksasa Spanyol lainnya, Barcelona.

    Pynadath berlatih selama 17 hari di akademi kondang La Masia, namun kemudian ditawari untuk bergabung dengan Tim Alevin A Real Madrid. "Kedua pelatihan itu sangat serius, anak-anak berjuang untuk mendapatkan tempat dan mempertahankan tempatnya (di tim)," kata Pynadath kepada Los Altos Town Crier.

    "Ini perasaan yang sangat baik untuk bisa bermain baik melawan kompetisi top itu karena level dan kecepatan bermain di sana menakjubkan."

    "Aku terpesona saat mendengar kabar resmi dari Real Madrid. Mereka mengatakan bahwa aku adalah orang Amerika pertama yang mereka dapatkan di akademi mereka. Aku mengatakan pada mereka bahwa aku akan memberikan contoh yang baik," ujarnya.

    DAILYMAIL|JULI HANTORO

    Terhangat:
    Mudik Lebaran | Ahok vs Lulung  | Anggita Sari

    Baca juga:
    Demokrat: Jokowi Jangan Arogan

    Ketika Lembaga yang Unggulkan Prabowo Dicecar

    Bocornya Penyadapan SBY, Snowden Diduga Terlibat

    Kronologi Supir Mobil Mewah Pukul Petugas TransJ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!