Kamis, 22 Februari 2018

Jadi Rebutan Klub, Kiper Ravi Pilih Timnas U-19

Oleh :

Tempo.co

Rabu, 25 September 2013 09:58 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jadi Rebutan Klub, Kiper Ravi Pilih Timnas U-19

    Ravi Murdianto, kiper timnas U19. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Semarang - Setelah tampil memukau bersama tim nasional sepak bola Indonesia usia di bawah 19 tahun (U-19), kiper Ravi Murdianto banyak dilirik klub. Namun, dia menyatakan belum tertarik bergabung dengan klub mana pun dan lebih memilih berfokus untuk tampil bersama timnas.

    "Mengantarkan timnas lolos kualifikasi AFC jauh lebih penting. Soal klub, mengalir saja," ujar dia kepada Tempo, Selasa, 24 September 2013. "Jika ada klub yang tertarik, silakan hubungi pelatih (timnas).”

    Setelah mengantar Indonesia menjadi juara di final Piala AFF di Sidoarjo, Ahad lalu, Ravi menyempatkan diri pulang ke Desa Tegowanu, Grobogan, Jawa Tengah. Namun, hanya dua hari dia berada di sana. Esoknya dia sudah harus kembali bergabung dengan skuad Garuda Muda, mengikuti pemusatan latihan di Surabaya untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia.

    Meski mengaku belum tertarik bergabung dengan klub, jebolan Sekolah Sepak Bola Tugu Muda Semarang ini berharap kelak bisa bergabung dengan Sriwijaya FC. Ia menilai klub asal Palembang itu merupakan tim papan atas. "Saya juga mengidolakan kiper Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu," kata dia.

    Sepanjang kejuaraan AFF U-19 pekan lalu, Ravi berhasil menunjukkan penampilan yang menawan. Puncaknya, saat timnas menghadapi Vietnam dalam laga final yang berakhir dengan adu tendangan penalti. Ravi menjadi salah satu penentu kemenangan Indonesia dengan menepis tiga tendangan penalti Vietnam.

    Sebelumnya, kiper dengan tinggi badan 183 sentimeter ini juga sempat mengantar timnas U-17 juara dalam sebuah turnamen di Hong Kong pada 2012. Sedangkan saat memperkuat timnas U-18, dia ikut mengantar tim itu menempati peringkat kelima dalam sebuah turnamen pelajar di Iran.

    Selanjutnya: Bakat Sepak Bola Ravi

    Bakat sepak bola remaja kelahiran 8 Januari 1995 ini terlihat sejak kanak-kanak. Menurut ayahnya, Heri Supriyanto, bakat Ravi kecil sudah terlihat saat bermain di kampungnya. Untuk menyalurkan bakatnya, sang ayah menyekolahkan Ravi di SSB Putra Bersemi Grobogan. Ravi harus berbagi waktu antara sekolah SD, mengaji di Taman Pendidikan Al-Quran, serta latihan di SSB.

    Usia SMP, kegiatan sepak bolanya dilanjutkan ke SSB Tugu Muda Semarang. Posturnya yang bongsor menjadikan pelatih meletakkannya pada posisi penjaga gawang. Untuk menunjang bakatnya, Heri mendaftarkan Ravi ke Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pelajar (PPLP) Salatiga atau yang lebih dikenal sebagai Diklat Salatiga.

    PPLP Salatiga sebelumnya telah melahirkan pemain bintang nasional seperti Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas. "Saya memang ingin Ravi menjadi pemain sepak bola nasional," kata Heri. Belakangan, Ravi bergabung ke Diklat Ragunan, Jakarta.

    Menurut ibu Ravi, Murminah, keluarganya mendukung penuh karier anaknya. Untuk membiayai sekolah dan sekolah sepak bola Ravi hingga Diklat Salatiga, dirinya menjual sepetak tanah seharga Rp 40 juta. "Tentunya juga sekalian untuk biaya kuliah kakaknya," tutur Murminah.

    Meski karier dan nasib baik sang anak sudah di depan mata, Murminah berharap Ravi tetap berpenampilan sebagai anak kampung yang sederhana, taat kepada orang tua, serta rajin beribadah. "Tidak neko-neko," ucap dia.

    SOHIRIN

    Berita Sepak Bola Terpopuler:
    Soal Bonus, Ravi Berharap PSSI Tepati Janji  
    Ilham Udin Armaiyn U-19 Diarak Keliling Ternate  
    Terungkap, Mourinho Kecewa Karena MU Pilih Moyes
    Lehmann: Arsenal Bayar Ozil Terlalu Mahal  
    Merasa Dikibuli Fergie, Mou Bantah Inginkan MU  


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Inilah Wakanda dan Lokasi Film Black Panther Buatan Marvel

    Marvel membangun Wakanda, negeri khayalan di film Black Panther, di timur pantai Danau Victoria di Uganda. Sisanya di berbagai belahan dunia.