Pelatih Persebaya Dorong Evan ke Luar Negeri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Timnas Indonesia U-19, Evan Dimas. TEMPO/Seto Wardhana

    Pemain Timnas Indonesia U-19, Evan Dimas. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Surabaya - Belum jelasnya status kapten timnas U-19 Evan Dimas Darmono membuat asisten pelatih Persebaya 1927 Mursyid Effendy kecewa. "Gila itu PSSI. Anak punya talenta enggak bisa bermain di tim bagus karena terganjal status," kata Mursyid, yang juga pernah melatih Evan saat masih bergabung di Sekolah Sepak Bola Mitra Surabaya.

    Bakat Evan Dimas di sepak bola memang tidak diragukan lagi. Berkali-kali Evan menjadi pencetak gol dalam setiap pertandingan. Bahkan ia tercatat dua kali membuat hat-trick dalam laga AFF U-19 dan Pra Piala Asia (Asian Football Confederation) U-19.

    Menurut Mursyid, Evan merupakan korban politik PSSI. Ia sangat menyayangkan jika pemain seperti Evan tidak bisa bergabung di tim terbaik hanya gara-gara belum disahkan statusnya lantaran bermain di Persebaya 1927, klub yang tidak diakui PSSI.

    Melihat kondisi persepakbolaan Tanah Air, Mursyid menyarakan agar Evan bermain di klub luar negeri saja. "Mending dia di luar negeri. Jangan di Persebaya atau di Indonesia," kata Mursyid.

    Jika tetap berada di Indonesia, Mursyid khawatir potensi-potensi pemain berbakat seperti Evan akhirnya tidak tergali hanya karena manajemen sepak bola dalam negerti yang tidak terurus. Pelatih klub Mitra Surabaya ini juga menyindir adanya kepentingan politik dalam tubuh PSSI.

    Alih-alih diatur dengan politik sepak bola, PSSI justru lebih memilih memasukkan kepentingan politik untuk mengatur sepak bola. "Hasilnya, ya, rusak. Yang salah jadi benar, yang benar bisa jadi salah," kata Mursyid.

    AGITA SUKMA LISTYANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.