Algojo Terakhir Penentu Kemenangan Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain timnas Indonesia, Yohanes Ferinando Pahabol (17) saat selebrasi usai berhasil mencetak gol pada adu pinalti semi final melawan timnas Malaysia di SEA games ke-27 di Nay Pyi Taw, Myanmar (19/12). Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia lewat adu pinalti dengan skor 5-4. Tempo/Aditia Noviansyah

    Pemain timnas Indonesia, Yohanes Ferinando Pahabol (17) saat selebrasi usai berhasil mencetak gol pada adu pinalti semi final melawan timnas Malaysia di SEA games ke-27 di Nay Pyi Taw, Myanmar (19/12). Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia lewat adu pinalti dengan skor 5-4. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Naypyitaw - Yohannes Ferinando Pahabol menjadi penentu kemenangan tim nasional Indonesia atas Malaysia dalam babak semifinal SEA Games Myanmar yang berlangsung di Stadion Wunna Theikdi, Kamis, 19 Desember 2013. Tendangan keras pemain bernomor punggung 17 ini tidak mampu dibendung penjaga gawang Izham Tarmizi.

    Indonesia pun menang 4-3 dalam adu tendangan penalti setelah sebelumnya kedua tim hanya mampu bermain imbang 1-1 sepanjang pertandingan normal dan babak tambahan. Masuk menggantikan Andik Vermansyah yang mengalami cedera pada babak kedua tambahan, dengan tenang pemain 21 tahun ini mengecoh kiper, dan bola pun meluncur mulus merobek jala gawang.

    Meski memiliki postur setinggi 1,57 sentimeter, gerakan Pahabol terlihat lincah dan mampu menggantikan peran Andik sebagai gelandang menyerang. Pelatih Rahmad Darmawan pun memberi kepercayaan kepada pemain Persipura Jayapura ini sebagai algojo terakhir saat babak adu penalti.

    Selain Pahabol, satu lagi pahlawan timnas U-23 ialah Kurnia Meiga. Melalui aksinya, kiper Arema Indonesia yang dipercaya sebagai kapten timnas U-23 ini dua kali mementahkan tendangan pemain Malaysia. Meiga mampu tampil tenang di bawah mistar gawang dan memberikan motivasi bagi pemain Indonesia lainnya.

    Sebelumnya, gol pertama Indonesia tercipta melalui Bayu Gatra pada menit ke-30. Pada babak kedua, Malaysia mampu menyamakan kedudukan melalui Thamil Arasu pada menit ke-85 saat memanfaatkan sepak pojok. Kedua tim tidak mampu menambah gol hingga akhirnya wasit melanjutkan pertandingan ke babak tambahan.

    Sepanjang babak tambahan pertama, pemain Indonesia tampil tidak seperti babak pertama. Pemain Malaysia beberapa kali mampu menekan barisan pertahanan Indonesia. Pada menit 11, Andik yang mengalami cedera digantikan oleh Yohanes Pahabol. Kedudukan masih sama kuat hingga babak pertama perpanjangan waktu selesai.

    Pada babak kedua, Indonesia mencoba membangun serangan melalui Bayu Gatra. Beberapa kali timnas Merah Putih menekan barisan pertahanan lawan. Sementara Malaysia mencari peluang dengan memanfaatkan serangan balik. Manahan Lestusen, yang menjadi motor barisan pertahanan, tampil apik memutus serangan juara bertahan.

    Hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir, kedua kesebelasan tidak bisa menambah gol. Kemenangan pun ditentukan lewat adu tendangan penalti.

    Dengan hasil ini, Indonesia dipastikan merebut medali dan berhak melaju ke babak final. Di partai puncak, pasukan Rahmad Darmawan harus menunggu hasil pertandingan antara Singapura melawan Thailand.

    Sebelumnya, sepanjang 12 tahun terakhir di ajang SEA Games, Indonesia belum pernah mencicipi kemenangan dari Malaysia. Dalam pertemuan dua tahun lalu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia kalah lewat drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1.

    Indonesia, yang saat itu juga dilatih oleh Rahmad Darmawan, kalah 3-4 dan hanya puas dengan raihan medali perak. Sepanjang perhelatan SEA Games yang sudah bergulir 27 kali, timnas U-23 hanya dua kali meraih medali emas, yaitu pada 1987 dan 1991.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?