Inter Milan Berharap Bisa Boyong Juan Mata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juan Mata. Chelseafc.com

    Juan Mata. Chelseafc.com

    TEMPO.CO, Milan - Inter Milan yang kini dimiliki pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir, dikabarkan ingin memboyong gelandang Spanyol yang bermain untuk Chelsea, Juan Mata. Keinginan Inter untuk bisa memakai jasa Mata tidak lepas dari keputusan bos Chelsea, Jose Mourinho, yang lebih memilih Oscar di lapangan tengah Chelsea di musim ini.

    Untuk bisa mendapatkan jasa Juan Mata, kabarnya Inter Milan siap menukar gelandang milik mereka, Fredy Guarin. Selain mempersiapkan Fredy Guarin sebagai bagian dari rencana mendapatkan servis mantan gelandang Valencia tersebut, Inter kabarnya juga siap menggelontorkan dana sebesar 12-15 juta poundsterling untuk bisa mendapatkan Juan Mata.

    Namun, keinginan keras Inter untuk bisa memboyong Mata harus menemui jalan sulit. Pelatih Chelsea, Jose Mourinho, mengatakan bahwa Juan Mata akan tetap bermain bersama Chelsea. Mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid tersebut bahkan mengatakan tidak akan menjual Mata meski keinginan itu datang dari si pemain sendiri.

    “Dia (Juan Mata) anak yang baik. Dia bekerja keras dan saya tahu ini bukan situasi yang mudah untuk dirinya. Saya akan katakan pada manajemen klub untuk jangan membiarkan Juan Mata meninggalkan Stamford Bridge,” ucap Mourinho, Senin, 6 Januari 2014.

    Saat dibeli dari Valencia di akhir musim 2010/2011, pemain bernomor punggung 10 tersebut memiliki nilai transfer sebesar 23,5 juta poundsterling. Selama membela Chelsea dari 2011 hingga paruh kedua musim ini, pemain bernama lengkap Juan Manuel Mata Garcia itu telah mengoleksi 18 gol dari 82 penampilan.

    MIRROR | GALIH PRASETYO

    Berita Terpopuler:
    Kalah Lagi di Kandang, MU Tersingkir dari Piala FA
    Babak I: MU Vs Swansea 1-1
    Eusebio, Legenda Sepak Bola Portugal Meninggal
    Messi Tidak Diturunkan Lawan Elche
    Menang di Debut, Solksjaer Puji Pemain Cardiff

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.