Marotta: Conte Bisa Jadi Ferguson-nya Juventus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antonio Conte. REUTERS/Giorgio Perottino

    Antonio Conte. REUTERS/Giorgio Perottino

    TEMPO.CO, Turin - Direktur Umum Juventus, Giuseppe Marotta, berharap Antonio Conte tetap menjadi pelatih di klubnya untuk waktu yang lama. Marotta menilai Conte bisa menjadi seperti Sir Alex Ferguson, manajer yang sukses mengoleksi banyak trofi bersama Manchester United selama 27 tahun.

    Conte pernah mengancam akan pergi dari Italia terkait perlakuan tak menyenangkan dari pendukung tim-tim lawan. Namun, petinggi klub dan pendukung Jeve yakin Conte tak akan meninggalkan klub asal Kota Turin itu.

    Fans Juve bahkan kerap terlihat mengibarkan spanduk bertuliskan: Ferguson-Manchester United = Conte-Juventus. Marotta pun menilai Conte memiliki peluang untuk menorehkan sejarah di Juve sama seperti Ferguson di MU.

    “Saya optimistis tentang masa depannya,” kata Marotta kepada Radio 1 seperti dilansir Football Italia, Senin, 13 Januari 2014. “Saya berharap dan yakin bahwa Conte di Juve sama seperti Ferguson dengan MU, atau Arsene Wenger bersama Arsenal. Saya yakin Conte akan menjadi seperti mereka.”

    Soal prestasi, Conte jelas masih berada di bawah Ferguson dan Wenger. Akan tetapi, Conte sudah membuktikan bahwa dirinya adalah pelatih berkualitas. Pelatih 44 tahun itu sukses mengantarkan Juve merebut gelar Scudetto dalam dua musim terakhir dan dua Piala Super Italia.

    FOOTBALL ITALIA | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Bungkam Cagliari 1-4, Juventus Catat Rekor
    Hajar Newcastle 0-2, City Pimpin Liga Primer
    Buffon Senang Kemenangan Juventus Selalu Disindir
    Empat Gol Berardi Bawa Sassuolo Kalahkan Milan
    Hazard: Puncak Klasemen Hasil Kerja Keras Chelsea
    Hasil Lengkap Pertandingan Liga Primer Inggris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.