Ayah Neymar Diperiksa Aparat Hukum Spanyol

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Neymar. (AP Photo/Daniel Ochoa de Olza)

    Neymar. (AP Photo/Daniel Ochoa de Olza)

    TEMPO.CO, Barcelona - Kabar buruk tengah menghinggapi penyerang Barcelona asal Brasil, Neymar. Harian Daily Mail, Kamis 16 Januari 2014 melaporkan pihak kepolisian Spanyol akan memeriksa ayah Neymar terkait dengan kasus penyalagunaan dana saat Neymar di rekrut dari Santos ke Barcelona.

    Ayah Neymar kabarnya diperiksa sebagai saksi atas kasus yang menyeret presiden Barcelona, Sandro Rosell.  Sebelumnya Presiden Barcelona, Sandro Rosell, mendapat tuduhan menggelapkan keuangan Barcelona sebesar 40 juta euro terkait pembelian bintang asal Brasil, Neymar, pada awal musim ini.

    Kasus ini kemudian berkembang, pihak kejaksaan Spanyol mengatakan bahwa untuk memperlancar transfer Neymar ke Barcelona, pihak Sandro Rosell mengirimkan uang sebesar 33 juta pound sterling kepada ayah Neymar. Uang itu yang kemudian dipermasalahkan pihak berwenang karena disinyalir berasal dari dana Barcelona.

    Rosell sudah membantah tuduhan dari pihak berwenang. Pihak Barcelona bahkan mengatakan bahwa transfer Neymar di awal musim lalu memang terbilang cukup ‘kompleks’ namun pihak klub meyakini bahwa tidak ada rekayasa bisnis dan penyalagunaan dana untuk mendatangkan Neymar.

    Media Spanyol melaporkan bahwa kesepakatan dibuat antara Barcelona dan N & N , sebuah perusahaan yang dimiliki oleh ayah Neymar, yang memberi tim Catalan itu hak untuk membeli Neymar dengan imbalan uang muka sebesar 8,31 juta pound sterling.

    Legalitas perjanjian antara Barcelona dan Neymar telah diselidiki oleh jaksa. Hal yang akan diteliti antara lain kontrak dan rekening klub. Keputusan akhir tentang sidang pertama terkait kasus ini akan dilakukan oleh hakim dalam waktu dekat.

    DAILY MAIL | GALIH PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.