Diincar Madrid-MU, Gundogan Fokus Pemulihan Cedera  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilkay Gundogan. Skysports.com

    Ilkay Gundogan. Skysports.com

    TEMPO.CO, Dortmund - Dua klub raksasa Eropa, Real Madrid dan Manchester United, dikabarkan tertarik memboyong Ilkay Gundogan. Akan tetapi, pemain gelandang Borussia Dortmund itu mengaku belum memikirkan tentang pindah klub. Gundogan menegaskan, dirinya ingin fokus memulihkan cederanya.

    Gundogan baru satu kali bermain sepanjang musim ini. Pemain 23 tahun itu mengalami cedera punggung sejak Agustus lalu. Meski tak menunjukkan penampilan gemilang, Gundogan tetap memiliki daya tarik bagi klub-klub lain. Namun, Gundogan tak memikirkan tentang minat dari klub elit Eropa tersebut.

    “Prioritas saya adalah pulih secepat mungkin dan kembali ke performa saya,” kata Gundogan kepada Bild, Kamis, 16 Januari 2014. “Tentang masa depan saya, tak ada yang segera diputuskan. Pertama-tama, saya akan berbicara dengan Borussia Dortmund. Namun, semua kemungkinan tetap terbuka.”

    Gundogan sendiri masih terikat kontrak dengan Dortmund hingga Juni 2015. Klub asal Lembah Ruhr itu tentu tak ingin kehilangan pemain bintangnya lagi. Sebelumnya, Dortmund harus rela melepas Mario Gotze dan Robert Lewandowski. Nama terakhir akan berlabuh ke Bayern Munchen secara cuma-cuma.

    Dortmund harus menyodorkan perpanjangan kontrak anyar kepada Gundogan. Namun, hingga saat ini, petinggi Dortmund belum mengindikasikan bakal memperpanjang masa kerja Gundogan. Jika sudah begini, tak ada yang bisa menjamin Dortmund tak tergoda tawaran menggiurkan dari Madrid atau MU.

    AS | ANTONIUS WSIHNU


    Berita terpopuler:
    Babak Pertama Milan Unggul 2-0
    Prestasi Buruk, Penjualan Merchandise MU Tinggi
    Lindegaard: Jangan Salahkan Moyes
    Martino: Messi Tetap Yang Terbaik
    Chelsea Resmi Dapatkan Nemanja Matic


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.