Seedorf Masih Diragukan di AC Milan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Clarence Seedorf, pemain asal Belanda saat konferensi pers di Brasil klub Botafogo di Rio de Janeiro, Brasil (14/1). Seedorf mengatakan akan mengambil alih sebagai pelatih baru di AC Milan menggantikan Massimiliano Allegri. AP/Fabio Castro, AGIF

    Clarence Seedorf, pemain asal Belanda saat konferensi pers di Brasil klub Botafogo di Rio de Janeiro, Brasil (14/1). Seedorf mengatakan akan mengambil alih sebagai pelatih baru di AC Milan menggantikan Massimiliano Allegri. AP/Fabio Castro, AGIF

    TEMPO.CO, Milan - Tak lama setelah AC Milan mengumumkan penunjukkan Clarence Seedorf sebagai pelatih baru mereka, Rabu lalu, seketika itu pula muncul banner di kantor lama klub itu. Isinya, simpel saja. “Seedorf: Tidak, Terima kasih.”  

    Semula banyak yang menduga, suara keras itu ditulis oleh Curva Sud, suporter garis keras Rossoneri yang tak suka dengan warna kulit Seedorf.  Pria Belanda keturunan Suriname itu merupakan orang berkulit hitam kedua yang menjadi pelatih di klub Liga Italia Serie A. Sebelumnya,  ada Cane – pelatih Brasil yang menjadi pelatih Napoli pada musim 1994-95.

    Tapi bukan kulit yang jadi soal. Curva Sud menolak Seedorf karena dinilai tidak memiliki pengalaman yang cukup.  Seedorf, 37 tahun, memang gemilang sebagai pemain. Sepuluh tahun di San Siro bersama AC Milan, dia menyumbang dua gelar juara Serie A dan trofi Liga Champions.

    Dua tahun lalu, dia hengkang ke Botafogo, klub di Brasil. Di sana, dia nyambi menjadi pelatih, sesuai arahan Fabio Capello, pelatih legendaris Milan dan Italia. Tapi pengalaman magang tersebut dinilai tidak cukup oleh Curva Sud.

    Terlebih saat ini Milan sedang dalam keadaan kritis. Mereka tertinggal hingga 30 poin dari pemuncak klasemen, Juventus.  Klub ini juga ketinggalan 20 poin dari zona Liga Champions. Lebih apes lagi, selisih dengan tim yang berada di zona degradasi hanya 6 poin saja.  

    Namun Seedorf punya alasan: perintah Silvio Berlusconi, Presiden Milan. “Saya tidak bisa menolak permintaan Presiden,” katanya. Entah apa pertimbangan Berlusconi menunjuk dia, bukan legenda lain seperti Franco Baresi, Demetrio Albertini, atau Paolo Maldini.

    Marco van Basten, yang menjadi andalan Milan di era 1990-an, menyangsikan kemampuan Seedorf.  “Milan adalah klub besar yang punya banyak masalah. Saya kira klub ini harus memakai pelatih yang berpengalaman. Risikonya terlalu besar dan kita tidak akan pernah tahu apakah dia bisa mengatasinya,” kata penyerang legendaris Belanda itu.

    Zvonimir Boban, gelandang legendari Milan, menyebut Seedorf belum siap. “Seperti menyerahkan mobil balap pada orang yang belum bisa mengemudi,” katanya.  

    Seedorf memang tidak bereaksi soal komentar seniornya itu. Namun dia punya senjata untuk membungkam mereka, kemenangan atas Hellas Verona, Ahad, 19 Januari 2014, malam.

    DAILY MAIL | INDEPENDENT | GOAL | IRFAN BUDIMAN

    Baca juga:
    Real Madrid Pesta Gol di Kandang Real Betis
    Cazorla Bawa Arsenal Kokoh di Puncak Liga Primer
    City Sementara Unggul 2-1 Atas Cardiff
    Manchester City Hajar Cardiff 4-1


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.