Tifosi Inter: Erick Thohir Jangan Senyum Terus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden klub Inter Milan Erick Thohir. TEMPO/Nurdiansah

    Presiden klub Inter Milan Erick Thohir. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Milan - Rencana Internazionale Milan melepas Fredy Guarin ke Juventus dan menukarnya dengan Mirko Vucinic membuat suporter mereka berang. "Manajemen klub berkata menginginkan pemain muda, tapi malah ingin mendatangkan Vucinic," kata Franco Caravita, pentolan Curva Nord, kelompok suporter garis keras Inter, Selasa, 22 Januari 2014.

    Vucinic, 30 tahun, merupakan penyerang asal Montenegro. Musim ini, dia mengalami tiga kali rentetan cedera yang membuatnya baru 12 kali membela Juventus. "Dia sudah tua dan ringkih," kata Caravita.

    Sebaliknya, Guarin, 27 tahun asal Kolombia, merupakan gelandang serba bisa yang bermain sama baiknya di kanan, tengah, dan kiri. "Guarin adalah pemain yang tidak pernah sekali pun kami cemooh," ujar Caravita."Kami tidak meminta Messi atau Ronaldo, tapi setidaknya jangan bikin kami malu dan membuat tim lain jadi lebih kuat."

    Inter tertahan di posisi 5 Seri A dengan nilai 32 , tertinggal 23 poin dari Juventus yang memuncaki klasemen.

    Thohir membatalkan rencana tukar guling itu di menit akhir. Namun, kemarahan tifosi Inter keburu memuncak. Curva Nord--yang berarti tribun utara, tempat mereka biasa mendukung Inter di Stadion Giuseppe Meazza menuding Erick Thohir sebagai biang keladi buruknya prestasi Inter. Pengusaha 42 tahun kelahiran Jakarta itu menjadi presiden klub tersebut setelah membeli mayoritas sahamnya, November lalu.

    "Thohir harus sadar besarnya kecintaan pendukung pada klub ini," ujar Carativa. "Ini bukan klub basket." Pernyataan itu menyindir kepemilikan Thohir atas klub basket NBA, Philadelphia 76ers.

    Caravita meminta Presiden Thohir untuk berhenti berbicara soal bisnis dan mulai bekerja secara nyata. "Atau dia lebih baik diam saja di rumah," katanya.

    Saking geramnya para ultras--sebutan untuk pendukung fanatik klub sepakbola di Italia--Inter, apa pun yang dilakukan Thohir, serba salah. "Kami tidak peduli apa yang ada di pikirannya, tapi kami tidak ingin melihatnya senyum-senyum terus," ujar Caravita.

    Pelatih legendaris AC Milan, Fabio Capello, juga mengkritik Erick Thohir. Menurut dia, pendukung klub sebesar Inter selalu mengingat kejayaan mereka meraih treble pada 2010. "Tidak ada alasan klub di masa transisi," kata Capello.

    Hingga saat ini belum ada komentar Thohir. Sebelumnya, dia berjanji membawa Inter kembali ke puncak kejayaannya.

    SEMPRE INTER | CORRIERE | REZA MAULANA

    Berita Lain
    Alfred Riedl Cari Pemain Timnas di Inter Island
    Balotelli: Seedorf Mirip Mourinho
    Gol Tunggal Benzema Menangkan Madrid
    Oriol Romeu Belum Mau Kembali ke Chelsea
    Michael Ingin Bawa PSM Makassar Juara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?