Bayern Bantah Laporkan Barca-Madrid ke Uni Eropa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karl-Heinz Rummenigge. spox.com

    Karl-Heinz Rummenigge. spox.com

    TEMPO.CO, Muenchen - Bayern Muenchen dituduh telah melaporkan empat tim Liga Spanyol ke Uni Eropa atas dugaan memiliki hak istimewa dalam pajak. Dua dari empat klub Liga Spanyol di antaranya adalah Barcelona dan Real Madrid. Namun Bayern membantah kabar tersebut.

    “Semua bohong,” kata Direktur Utama Bayern Karl Heinz Rummenigge, seperti dilansir As, Kamis, 23 Januari 2014. “Saya menemukan banyak yang menuduh kami seperti itu. Saya tak punya pilihan selain menolak tuduhan itu dan menekankan bahwa Bayern tak memiliki hubungannya dengan hal itu.”

    Rummenigge juga menegaskan bahwa dirinya memiliki hubungan yang sangat baik dengan presiden kedua klub. “Saya berteman baik dengan Florentino Perez dan Sandro Rosell. Kami menjaga hubungan saling percaya,” ujarnya. “Ketika masalah itu muncul, kami berkomunikasi di telepon dan langsung menyelesaikannya.”

    Mantan penyerang timnas Jerman itu juga mengutarakan klubnya tak iri melihat kesuksesan Madrid dan Barca dari sisi pendapatan. Madrid untuk kesembilan kalinya dinobatkan sebagai klub terkaya di dunia versi Deloitte, diikuti Barcelona yang berada di urutan kedua.

    Sementara itu, Bayern berhasil naik satu peringkat ke posisi ketiga dengan menggeser Manchester United. Bayern mengalami peningkatan pendapatan sebesar 17 persen dibanding tahun lalu, menjadi 352,5 juta pound sterling, atau sekitar Rp 7 triliun.

    AS | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Klub Thailand Incar Del Piero
    Gara-gara Anelka, West Brom Kehilangan Sponsor
    Hengkang ke MU, Hari Ini Mata Jalani Tes Medis
    Transfer Juan Mata Termahal dalam Sejarah MU
    Perlu 15 Menit lagi, untuk MU Capai Final


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.