Ini Kunci Kemenangan Persija Atas Barito Putera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Martapura - Penampilan perdana Persija Jakarta di Liga Super Indonesia 2014 mengundang pujian. Macan Kemayoran masuk kandang lawan dan mengalahkan Barito Putera 2-1 di Stadion Demang Lehman di Martapura, Kalimantan Selatan, Sabtu malam, 1 Februari 2014.

    Pelatih Persija Benny Dollo mengungkapkan kunci kemenangan pasukannya. Menurut juru taktik 63 tahun asal Manado ini, Fabiano Beltrame cs berhasil menjalankan strategi serangan balik dengan sempurna. "Barito cenderung bermain dengan teknik menekan dan mengandalkan kekuatan fisik, kami mengimbanginya dengan serangan balik," katanya, usai pertandingan.

    Persija unggul saat pertandingan baru berjalan tiga menit lewat Rohit Chand. Pemain asal Nepal itu memanfaatkan serangan balik cepat. Tuan rumah menyamakan lewat penalti James Koko Lomell. Namun, tim tamu berhasil kembali unggul lewat kecepatan Ramdani Lestaluhu. "Dia berhasil menempatkan diri untuk mencetak gol," kata Benny.

    Mantan pelatih tim nasional itu memberi ponten 8 untuk penyerang anyar mereka, Ivan Bosnjak. "Kontribusinya untuk permainan kami sangat besar," kata Benny. Bosnjak yang membela Kroasia di Piala Dunia 2006 berjibaku melawan Abanda Herman di jantung pertahanan Barito.

    Asisten pelatih Barito Putera, Yunan Helmi, mengatakan tim Persija Jakarta mampu memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Laskar Antasari. "Lini belakang kami memang jadi titik lemah," ujarnya. "Tapi semua pemain bertanggung jawab atas kekalahan ini."

    Helmi berjanji akan menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi tim pelatih Barito Putera. Mereka akan segera beranjak ke Sumatera Barat untuk menghadapi Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Rabu, 5 Februari mendatang. Tiga hari berikutnya, giliran Persija menjajal kampiun Liga Primer tersebut.

    DIANANTA P. SUMEDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.