Raul: Aragones Adalah Pelatih Luar Biasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih timnas Spanyol Luis Aragones membawa tropi setelah memenangkan Piala Eropa 2008 usai mengalahkan timnas Jerman, di Wina, Austria, 29 Juni 2008. REUTERS/Carmelo Rubio

    Pelatih timnas Spanyol Luis Aragones membawa tropi setelah memenangkan Piala Eropa 2008 usai mengalahkan timnas Jerman, di Wina, Austria, 29 Juni 2008. REUTERS/Carmelo Rubio

    TEMPO.CO, Madrid - Mantan penyerang tim nasional Spanyol dan Real Madrid, Raul Gonzalez mengatakan almarhum Luis Aragones adalah sosok pelatih yang luar biasa untuk dunia sepakbola, bukan hanya Spanyol namun juga dunia.

    “Saya ingin mengirimkan pelukan, dukungan dan belangsungkawa paling tulis saya kepada istrinya, anak-anaknya dan keluarganya,” kata Raul, Senin 3 Februari 2014.

    Bukan hanya Raul yang merasa kehilangan pelatih yang telah mengantar Spanyol menjadi juara Piala Eropa 2008, pelatih Napoli, Rafael Benitez sebelumnya juga mengatakan bahwa ia merasa kehilangan sosok pelatih besar seperti Aragones.

    Beberapa ucapan belangsungkawa langsung mengalir saat kabar meninggal dunianya Aragones diketahui publik.  Luis Aragones, 75 tahun, meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Madrid, Sabtu, 1 Februari 2014, pukul 12 WIB.

    "Dia yang membuat kami meraih piala itu," ujar Xabi Alonso

    Sebagai bentuk penghormatan untuk pelatih yang ditunjuk melatih Spanyol pada 2004, seluruh pertandingan La Liga Spanyol, Minggu – Senin, 2-3 Februari 2014 sebelum dimulai dilakukan prosesi mengheningkan cipta untuk Luis Aragones.

    Aragones memulai karir sebagai pelatih di Atletico Madrid pada 1974. Dia memegang delapan medali juara La Liga untuk Atletico dan Barcelona. Terakhir, dia memimpin Fenerbahce ke final Piala Turki musim 2008-2009. "Seorang legenda besar Rojiblancas--julukan Atletico--telah meninggalkan kita," demikian pernyataan Atletico.

    MARCA | GALIH PRASETYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.