Ditekuk Persib 2-1, Persita Kalah Menyakitkan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persib Bandung. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Persib Bandung. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Bandung - Persib Bandung akhirnya melibas Persita Tangerang 2-1 dalam laga lanjutan Liga Super Indonesia 2014 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu, 5 Februari 2014. Dua gol kemenangan Maung Bandung dilesakkan Ferdinand Sinaga pada menit ke-75 dan saat injury time. Gol tunggal Persita dicetak pada menit ke-72 oleh Arvani Sirvi.

    Kedua tim sama-sama gagal mencetak gol sepanjang babak pertama. Meski mendominasi permainan, anak-anak Maung Bandung seperti kehilangan ide untuk membongkar benteng jantung partahanan Pendekar Cisadane. Hingga wasit meniup peluit tanda akhir babak pertama, skor tetap 0-0.

    Memasuki babak kedua, Persib berusaha tetap tampil menekan dan dominan. Sayap kiri Atep dan sayap kanan Ridwan--yang kali ini dipasang sebagai striker--ditarik keluar tak lama setelah babak kedua berlangsung. Atep digantikan striker Tantan. Ridwan digantikan gelandang Firman Utina.

    Masuknya Tantan dan Firman tak ayal lagi membuat serangan Maung Bandung lebih bertenaga. Benteng Cisadane kembali dibombardir. Pada menit ke-60, tendangan bebas Firman membentur tiang kanan gawang Persita. Bola pantulannya sempat memicu kemelut di depan gawang, tapi gagal dimaksimalkan anak-anak Maung Bandung.

    Dua menit berselang, aksi Tantan memicu kemelut di depan gawang kiper Persita Yogi Triana. Namun peluang lagi-lagi gagal berbuah gol. Panik menahan serangan gencar Persib, salah satu pemain Persita menyentuh bola di batas muka kotak penalti pada menit ke-65. Sayang, tembakan keras Firman membentur pagar betis anak-anak Persita.

    Tak mau kalah, Persita tampil lebih menyerang pada babak kedua. Lewat sebuah serangan balik pada menit ke-55, aksi gelandang Irfan Mofu membuat kiper Persib Made Wirawan dag-dig-dug. Lolos dari kawalan dan jebakan offside para bek Maung Bandung, Mofu sukses menusuk ke kotak penalti Persib. Sayang, tembakan dia masih meleset tipis di atas mistar.

    Guna mempertajam serangan, tiga pemain tengah dan depan ditarik keluar. Dirga digantikan Ronald. Mofu digantikan Aldi Cahya. Habrian digantikan striker Arvani Sirvi. Tak percuma. Lewat serangan balik pada menit ke 72, Sirvi sukses membuat wajah para pemain Persib merah padam.

    Bekerja sama dengan striker Kenji, Sirvi yang lolos dari jegalan para bek Maung Bandung membuat kemelut di depan gawang kiper Made Wirawan. Bola yang tiba-tiba memantul ke arah di dekat tiang kanan gawang langsung disambut tembakan keras. Made terkecoh. Bola menggetarkan jala Persib.

    Skor langsung berubah. Persita sementara unggul 1-0. Ribuan bobotoh di empat tribun Stadion Si Jalak Harupat langsung terdiam. Sementara di sisi kanan pertahanan Persib, Sirvi dan kawan-kawan asyik merayakan gol. Tapi tak lama kemudian, Stadion Si Jalak kembali bergemuruh. Selang tiga menit, anak-anak Persib membalas kontan.

    Lewat serangan cepat di pengujung menit ke-74, Firman Utina melepaskan umpan terobosan ke arah kotak penalti lawan. Ferdinand langsung mengejarnya, meninggalkan para bek lawan yang kedodoran, Ferdinand dengan cepat menggiring bola ke dalam kotak penalti lawan pada menit ke-75.

    Lalu dari bagian kiri kotak penalti, dia melepaskan tembakan keras ke arah gawang. Kiper Yogi yang kalah cepat gagal mengantisipasi dan cuma menangkap angin. Bola melesat menjebol gawang Persita. Skor langsung berubah imbang, 1-1. Bobotoh bersorak. Ferdinand menolong Yogi memungut bola dari dalam gawang.

    Skor imbang langsung memompa tensi permainan menjadi meningkat. Kedua tim mencoba saling memperdaya. Satu-dua pemain Persita nampak langsung berjatuhan saat berbenturan dengan para pemain tuan rumah. Puncaknya terjadi pada menit ke-78, di sisi kiri pertahanan Persib, Hariono mengganjal keras gelandang Persita Aldi Cahya.

    Aldi berguling-guling di rumput sambil memegang kaki. Wasit pemimpin laga langsung mendekat lalu mengacungkan kartu kuning. Hariono bengong. Ini adalah kartu kuning kedua yang dia di terima di laga yang sama. Sedetik kemudian, wasit mengacungkan kartu merah. Jelas, wasit mengusir Hariono dari lapangan. Bobotoh tetap bertepuk tangan.

    Namun hengkangnya Hariono tak lantas membuat Makan Konate dan kawan-kawan patah semangat. Selang dua menit, Konate, Tantan, Firman dan Ferdinand kembali mengobrak-abrik benteng Pendekar Cisadane. Menit ke-84, Fedinand lembali dilanggar pemain Persita. Namun tembakan bebas Firman dari batas muka kanan kotak penalti membentur mistar.

    Pada menit ke-90, Firman melepaskan umpan terobosan kepada Supardi. Sayang, tembakan Supardi di depan tiang kiri gawang Persita masih meleset. Dua menit berselang, giliran Konate melepaskan tembakan keras mendatar dari jarak jauh. Bola melesat seperti mengenai bagian tubuh kanan bek Persita FX Januar, lalu membelok sedikit ke kanan gawang kiper Yogi.

    Walau begitu, upaya tak sia-sia. Wasit menyatakan bola lebih dulu menyentuh tangan kanan Januar sebelum meleset ke luar lapangan. Sang hakim pertandingan lalu menunjuk titik putih. Anak-anak Maung bersorak, bobotoh kembali gemuruh. Anak-anak Persita memprotes wasit di lapangan, tapi vonis sudah telanjur jatuh.

    Konate langsung didapuk mengeksekusi hadiah tendangan 12 pas. Ia menunaikan tugas dengan baik. Mudah saja ia mengecoh kiper Yogi. Skor langsung berubah. Di pengujung laga, hadiah tendangan penalti menyelamatkan muka Maung. Persib Bandung menutup laga dengan kemenangan 2-1 atas Persita Tangerang.

    "Finishing peluang gol kami masih kurang. Tapi mental tim kami bagus. Meskipun hanya menang lewat penalti, tapi yang penting kami menang,"ujar striker Ferdinand Sinaga seusai laga di lapangan Si Jalak. Ia mempersembahkan gol hari ini untuk ibundanya yang tengah berulang tahun dan sang istri yang tengah hamil.

    Tapi di koridor menuju ruang ganti pakaian, beberapa pemain Pendekar Cisadane memaki. Sambil melenggang mereka berteriak-teriak memprotes keputusan penalti dari wasit. Seorang pemain yang berang nampak ditahan seorang ofisial Persita supaya tak lantas mengamuk. "Capek-capek kami main 90 menit, akhirnya dicurangi wasit,"pekik salah satu pemain Persita.

    ERICK P. HARDI


    Baca juga:

    Ini Gaya Baru Potongan Rambut Balotelli

    Xavi Masih Dendam dengan Brasil

    Incar William Carvalho, MU Butuh Rp 749 Miliar

    Jadwal dan Siaran Pertandingan Bola Hari Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.