Laudrup Mencari Upaya Hukum Sikapi Pemecatannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain MU Chris Smalling (tengah kiri) saat berebut bola dengan pemain Swansea City Wilfried Bony (tengah) pada pertandingan Liga Primer Inggris di stadion Old Trafford,  Manchester, Inggris (11/1). (AP Photo/Jon Super)

    Pemain MU Chris Smalling (tengah kiri) saat berebut bola dengan pemain Swansea City Wilfried Bony (tengah) pada pertandingan Liga Primer Inggris di stadion Old Trafford, Manchester, Inggris (11/1). (AP Photo/Jon Super)

    TEMPO.CO, London - Michael Laudrup mencari upaya hukum menyikapi pemecatannya sebagai manajer klub Swansea City. Hal ini dinyatakan Laudrup pada Kamis, 6 Februari 2014.

    Mantan pemain top Denmark itu juga merilis sebuah pernyataan melalui Persatuan Manajer Liga (LMA) dengan mengatakan dirinya diberi tahu pemecatannya pada Selasa lalu melalui sepucuk surat singkat tanpa ada alasan keputusan pemecatan.

    "Saya kecewa mendalam karena telah dikecewakan sebagai manajer Swansea City,” kata Laudrup.

    Ia mempertanyakan cara klub memberi tahu pemecatannya melalui surat singkat tanpa disertai alasan, seakan dibuat terburu-buru dan sebagai tindakan akhir yang diperlukan. Laudrup menambahkan bahwa LMA telah mengirin surat ke manajemen Swansea meminta penjelasan alasan pemecatannya.

    Swansea memecat Laudrup setelah kalah dalam enam pertandingan terakhirnya. Bertengger pada urutan ke-12 klasemen sementara Liga Premier Inggris, Swansea membukukan 24 poin, atau terpaut hanya dua poin dari klub di zona degradasi West Ham United (urutan 18) dengan 22 poin.

    REUTERS | AGUS BAHARUDIN

    Berita terpopuler:

     

    Ditekuk Persib 2-1, Persita Kalah Menyakitkan

    Persita: Selamat Buat Persib!

    Timnas U-19 Taklukkan Persiba Bantul

    Tekuk Atletico 3-0, Madrid Satu Langkah ke Final

    Timnas U-19 Unggul Sementara atas Persiba Bantul


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.