Pertahanan Liverpool Ompong Saat Menjamu Arsenal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjaga gawang Liverpool Brad Jones (kiri), menolong rekannya Martin Skrtel yang cidera saat pertandingan melawan  Bournemouth pada pertandingan FA Cup di Bournemouth (25/1). REUTERS/Dylan Martinez

    Penjaga gawang Liverpool Brad Jones (kiri), menolong rekannya Martin Skrtel yang cidera saat pertandingan melawan Bournemouth pada pertandingan FA Cup di Bournemouth (25/1). REUTERS/Dylan Martinez

    TEMPO.CO, Liverpool - Liverpool berjuang untuk mempertahankan eksistensi mereka di papan atas Liga Primer Inggris, sekaligus memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen, Arsenal. Kedua tim itu bertemu di Stadion Anfield, Sabtu malam, 8 Februari 2014.

    Saat ini, Liverpool berada di posisi empat dengan nilai 47. Ada pun Arsenal memimpin klasemen dengan 55 poin. Di antara mereka bertengger Manchester City dan Chelsea.

    Bintang Liverpool, Luis Suarez, mematok kemenangan dalam laga ini. "Jika bisa mengalahkan Arsenal, tidak hanya akan memangkas poin, tapi juga mengembalikan rasa percaya diri," kata penyerang asal Uruguay tersebut.

    Sayangnya, Liverpool tak bisa tampil dengan kekuatan penuh. Tiga pemain belakang mereka, yakni Mamadou Sakho, Glen Johnson, dan Daniel Agger, tak bisa diturunkan lantaran cedera. "Mereka baru bisa tampil pekan depan," kata Brendan Rodgers, pelatih klub itu.

    Tanpa tiga pemain tersebut, lini belakang menjadi titik paling rawan bagi Liverpool. Agar titik ini tak dieksploitasi para pemain Arsenal, Rodgers meminta para pemainnya bermain menyerang sejak menit awal.

    Mereka punya modal bagus untuk itu. Duet Luis Suarez-Daniel Sturridge di lini depan lebih dari cukup untuk mengobrak-abrik lini belakang Arsenal. Sokongan lima puluh ribuan Liverpudlian—julukan pendukung Liverpool—dari tribun juga akan menggenjot semangat para punggawa The Reds di lapangan.

    Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, sudah mengantisipasi ancaman tersebut. Penguasaan bola, kata Wenger, adalah harga mati. "Kami harus mendominasi bola untuk membungkam Suarez dan Sturridge," katanya.

    Selain itu, Wenger melanjutkan, torehan Arsenal di Anfield cukup bagus. Liverpool terakhir kali menekuk Arsenal di Anfield pada musim 2006/2007. Pada musim yang sama, Arsenal menekuk mereka dua kali di Piala FA dan Piala Liga, semua terjadi di Anfield.

    Bisa dibilang, Anfield bukan stadion yang angker bagi The Gunners—julukan Arsenal. Namun Wenger enggan sesumbar. "Karena tidak ada tim yang benar-benar unggul di peringkat empat besar," katanya. "Ini soal konsistensi bermain."

    SKY SPORTS | REUTERS | GUARDIAN | DWI RIYANTO

    Berita Lain:
    Liga Indonesia | Liga Inggris | Liga Spanyol | Liga Italia | Liga Champions | Piala Dunia 2014 | Transfer Pemain

    Baca Juga:

    Seedorf: Milan Akan Tampil All-Out Melawan Napoli
    Semen Padang Tantang Persija di Gelora Bung Karno
    Arsenal Siap Unjuk Kualitas
    Timnas U-19 Tambah Pertandingan di Banyuwangi
    Kejutan, Persipura Ditahan Imbang MU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.