Mourinho: Arsenal Lebih Matang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jose Mourinho. REUTERS/Nigel Roddis

    Jose Mourinho. REUTERS/Nigel Roddis

    TEMPO.CO, London - Manajer Chelsea, Jose Mourinho, menilai manajer Arsenal, Arsene Wenger, tidak punya alasan lagi jika timnya kembali gagal menjuarai Liga Primer Inggris musim ini. Pasalnya, kata dia, hampir kebanyakan pemain The Gunners saat ini sudah saling mengenal dan sudah matang.

    Arsenal tampil konsisten dan mendominasi paruh pertama Liga Primer, sebelum disalip Chelsea pada paruh kedua musim. Keberhasilan tersebut, kata Mourinho, karena kekompakan pemain Arsenal semakin matang. "Pemain Arsenal telah menghabiskan bertahun-tahun bermain bersama," katanya.

    "Para pemain seperti Jack Wilshere, Alex Oxlade-Chamberlain, Theo Walcott, dan Kieran Gibbs bukan anak-anak lagi. Mereka menang masih muda, tapi sekarang mereka sudah jauh lebih matang," ujar manajer asal Portugal itu.

    Pemain Arsenal yang telah bermain bersama-sama selama bertahun-tahun, kata Mourinho, akan semakin kuat secara tim jika ditambah pemain berkualitas seperti Mesut Ozil, Santi Cazorla, dan Per Mertesacker. "Tim akan memiliki lebih banyak pengalaman. Menurut saya Wenger memiliki tim yang sangat bagus," ungkap Mourinho.

    Sayangnya saat ini konsistensi Arsenal mulai berkurang. Arsenal kini berada di posisi kedua dengan perolehan 26 poin dari 26 pertandingan, tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen sementara, Chelsea.

    SPORTS MOLE | JOKO SEDAYU

    Baca Juga:
    Liga Indonesia | Liga Inggris | Liga Spanyol | Liga Italia | Liga Champions | Piala Dunia 2014

    Berita Terpopuler:
    Inginkan Balotelli, Arsenal Rayu Mino Raiola
    Pasok Timnas U-19, SSB Semarang Dapat Penghargaan
    Peringkat Swiss Naik ke Posisi 6 FIFA
    PSSI Laporkan Apung ke Mabes Polri
    Kandaskan Persita, Arema Tak Terbendung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.