Ayah Meninggal, Syamsul Susah Pulang Karena Kelud

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syamsul Bachri Chaeruddin. TEMPO/ Tri Handiyatno

    Syamsul Bachri Chaeruddin. TEMPO/ Tri Handiyatno

    TEMPO.CO , Jakarta: Gelandang PSM, Syamsul Bachri Chaeruddin, pulang ke Makassar, setelah mendengar kabar duka bahwa sang ayah, Chaeruddin Dg Tobo, meninggal di Limbung, Gowa, Jumat pagi, 14 Februari 2014. Pemain senior skuad Juku Eja ini berduka. Ia sangat sedih lantaran tidak bisa berada di samping ayahnya menjelang kepergian sosok yang sangat dicintainya.

    Bersama pemain PSM lain, Syamsul memang berada di Surabaya, yang menjadi markas sementara Pasukan Ramang. Upaya mantan pemain tim nasional Indonesia itu untuk segera pulang ke Kota Daeng pun mengalami kendala lantaran meletusnya Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur.

    Erupsi gunung tersebut mengakibatkan abu vulkanik bertebaran. Kondisi itu berimbas pada penutupan sementara sejumlah bandara di kawasan Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Manajer PSM, Abdul Rahim, mengatakan, Syamsul terpaksa harus menempuh jalur darat ke Bali sebelum terbang ke Makassar.

    "Dari Bali baru Syamsul bisa ke Makassar," ucap Aim-sapaan akrabnya, Jumat, 14 Februari. Opsi itu paling realistis dibanding menunggu erupsi Gunung Kelud berhenti. Kendati demikian, memang ada konsekuensi berupa perjalanan menuju kota berjuluk Angin Mamiri ditempuh dalam waktu lebih lama. Belum lagi, dia masih harus ke rumah duka di Limbung, Gowa.

    Sementara itu, Syamsul mengatakan akan menempuh jalur apapun, baik darat, laut maupun udara. Intinya, dia ingin segera pulang agar bisa melihat sang ayah untuk terakhir-kalinya. Syamsul mengatakan baru mengetahui bapaknya meninggal setelah dihubungi kerabatnya di Gowa.

    Usai latihan taktik yang berbentuk teori, Jumat, 14 Februari, pagi, Syamsul tertidur di kamarnya. Ia sempat bermimpi bertemu sang ayah yang berpesan agar dirinya menjaga diri. Saat terjaga dari tidurnya, dia pun menerima telepon yang mengabarkan ayahnya telah tiada.

    Pulangnya Syamsul ke Makassar tidak mengganggu persiapan tim menjelang laga keempat ISL menantang Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur. Sebab, pertandingan yang diagendakan berlangsung Sabtu, 15 Februari 2014, dipastikan ditunda lantaran erupsi Gunung Kelud.

    TRI YARI KURNIAWAN


    Berita Lain
    Laga Vs Persebaya Ditunda, Madura United Untung

    Gunung Kelud Meletus, Tiga Laga ISL Ditunda 

    Persib Andalkan Djibril Saat Jamu Semen Padang

    Persebaya Butuh Pengatur Serangan 

    Kandaskan Persita, Arema Tak Terbendung  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.