Bobotoh Mengamuk Setelah PBR Ditahan Persija

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola Pelita Bandung Raya, Bambang Pamungkas berebut bola dengan pemain Sriwijaya FC, Rizky Dwi Ramadhan dalam pertandingan ISL di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat. (6/2). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Pesepakbola Pelita Bandung Raya, Bambang Pamungkas berebut bola dengan pemain Sriwijaya FC, Rizky Dwi Ramadhan dalam pertandingan ISL di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jawa Barat. (6/2). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya empat orang terluka dan dua mobil rusak menyusul laga Pelita Bandung Raya versus Persija Jakarta, Senin malam, 17 Februari 2014. Keempat orang berikut dua mobil ini menjadi korban amukan sejumlah oknum bobotoh (suporter) Persib seusai laga.

    Keempat korban luka adalah penumpang sebuah Isuzu Panther berpelat nomor B atau Jakarta yang diamuk massa bermotor di Jalan Raya Soreang-Cipatik sekitar 3 km utara Stadion Si Jalak sekitar pukul 19.00. Satu lagi mobil berpelat nomor D atau Bandung raya yang dirusak di dalam kompleks Stadion.

    Asep, warga setempat, menuturkan sekitar pukul 19.00, sebuah mobil warna perak berpelat B berhenti di depan toko kue 'Ibu Itang' Jalan Soreang-Cipatik, kampung Cigalumpit, Desa Gajah Mekar. Selang sejenak, datang pula puluhan anak muda penunggang sepeda motor.

    "Mereka langsung mengepung mobil yang baru datang itu. Melempari dan memukul-mukul mobil dengan batu," tutur Asep di lokasi kejadian. Keempat penumpang tak luput dari keroyokan. "Mereka dipukuli. Satu yang paling parah dipukul pakai batu. Tiga luka ringan sempat kabur."

    Warga setempat sempat mencoba melerai dan menyelamatkan korban. Namun mereka kalah jumlah. Setelah puas, para pelaku berhenti mengamuk. "Baru datang polisi. Pengeroyok dibubarin. Empat korban dibawa pakai ambulans. Mobilnya diamankan polisi," kata Asep lagi sambil membersihkan pecahan kaca mobil korban di tepi jalan.

    Asep menduga keempat penumpang nahas hanyalah korban salah sasaran. "Karena tadi sempat ditanya, para korban ini sebenarnya pekerja proyek pembangunan di kompleks pesantren dekat Stadion. Mereka logatnya orang jawa. Usianya sekiatar 20-an," kata dia.

    Pantauan Tempo, seribuan bobotoh sempat mengepung Stadion Si Jalak jelang akhir dan seusai laga Bandung Raya kontra Persija Senin petang. Seorang anggota Polres Bandung mukanya tampak berdarah. "Dilempar dengan batu di halaman Stadion. Tapi itu luka ringan," ujar Kepala Polres Bandung Ajun Komisaris Besar Jamaludin.

    Sempat tertahan hampir sejam, tim pemain dan ofisial Macan Kemayoran berhasil meninggalkan Stadion dengan menumpang dua panser yang dikawal pasukan polisi. Skuad dan ofisial Bandung Raya baru keluar sekitar pukul 19.30 dengan menumpang bus. Adapun sekitar 100 suporter Persija atau The Jak masih diamankan di dalam Stadion bahkan hingga jelang pukul 21.00.

    Ratusan polisi nampak berjaga di sekitar Stadion. Sebagian dari mereka tampak meminta beberapa mobil berpelat B yang melintas di depan Stadion Si Jalak untuk sementara parkir dulu di halaman Si Jalak demi keselamatan. Informasi beredar, konsentrasi massa bobotoh nampak juga di sekitar pintu tol Kopo menuju tol Cipularang.

    "Situasi sebenarnya sudah terkendali, kembali kondusif. Tadi kami sudah meminta melalu beberapa media siaran radio supaya mobil leter B menghindari jalur Stadion dan Kopo,"ujar Jamaludin. Ia mengklaim mengerahkan 800 personel polisi untuk menjaga keamanan.

    "Ini bobotoh sebenarnya mengincar suporter Persija. Mereka kan sejak lama tidak akur. Kami juga sudah mengimbau suporter The Jak supaya tak datang. Tapi kan tidak mudah juga,"kata Jamaludin.

    ERICK P. HARDI

    Berita Lain
    Gonzales dan Spaso Tertajam di ISL
    Kencani Model Sebelum Laga, Giroud Akan Dihukum
    City Mengancam Barca lewat Serangan Udara
    Inilah 16 Prediksi Seputar 16 Besar Liga Champions
    Dani Alves: City Tak Bisa seperti Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.