Jakmania Pertanyakan Larangan Nonton ke Bandung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pendukung Persija menyalakan petasan untuk memancing kemarahan massa Bobotoh pendukung Persib saat pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta (28/8). TEMPO/Suryo Wibowo.

    Para pendukung Persija menyalakan petasan untuk memancing kemarahan massa Bobotoh pendukung Persib saat pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta (28/8). TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua The Jakmania (kelompok pendukung Persija Jakarta) Larico Ranggamone menyayangkan keputusan PT Liga Indonesia yang melarang The Jakmania mendatangi laga Persib kontra Persija di Bandung, Sabtu mendatang, 22 Februari 2014. Menurut Larico, PT Liga Indonesia tidak konsisten dalam menegakkan aturan di Liga Super Indonesia.

    “Kami hanya meminta jatah lima persen tiket yang memang sudah diatur di manual book (buku petunjuk),” ucap Larico di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2014. Faktor keamanan yang menjadi alasan utama pelarangan kedatangan The Jakmania ke Stadion Si Jalak Harupat, menurut Larico, mestinya dapat disiasati. Ia mengusulkan penambahan personel petugas pengamanan.

    Berdasarkan regulasi LSI, sesuai dengan Pasal 54 ayat 1 tentang Ketentuan Tiket dan Penonton, setiap klub harus menyediakan sekurang-kurangnya lima persen dari total kapasitas stadion yang tersedia untuk pendukung tim tamu di tempat yang terpisah dan aman. Klub tuan rumah juga harus mempersiapkan alokasi tiket tambahan yang akan diberikan secara cuma-cuma kepada Liga dan sponsor LSI.

    Dengan ketentuan itulah, Larico berharap PT Liga Indonesia meninjau kembali larangan kedatangan The Jakmania ke kandang Persib Bandung. Larico justru khawatir jika larangan itu hanya berlaku pada putaran satu saja.

    "Jangan-jangan ketika Persija main di kandang, pendukung Persib boleh hadir,”  katanya. Karena itu, Larico meminta PT Liga Indonesia agar konsisten dalam menerapkan regulasi tersebut.

    ADITYA BUDIMAN


    Baca juga:

    Arsenal Sukses Balas Dendam ke Liverpool
    Tekuk Getafe, Madrid Tempel Barcelona
    Bekuk Chievo, Juventus Mantap di Puncak
    Inilah Para Pelatih "Korban" Liga Inggris



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.