Jumat, 16 November 2018

Di Balik Timnas U-19, Ada Hitungan Metafisika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Tim Nasional U-19 merayakan gol pertama dari Muchlis Hadi Ning Syaifulloh saat pertandingan ujicoba antara Tim Nasional U-19 melawan Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung, Bantul, (5/2). Timnas U-19 menang 2-0.  TEMPO/Suryo Wibowo

    Para pemain Tim Nasional U-19 merayakan gol pertama dari Muchlis Hadi Ning Syaifulloh saat pertandingan ujicoba antara Tim Nasional U-19 melawan Persiba Bantul di Stadion Sultan Agung, Bantul, (5/2). Timnas U-19 menang 2-0. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kesuksesan tim nasional sepak bola usia di bawah 19 tahun (timnas U-19) menjuarai Piala Federasi Sepak Bola Asia Tenggara serta lolos ke Piala Asia 2014 disebabkan banyak faktor. Namun siapa sangka kesuksesan itu di antaranya disebabkan oleh hitung-hitungan metafisika.

    Pelatih Indra Sjafri  ternyata berkonsultasi dengan Arkand Bodhana Zeshaprajna. Arkand, 43 tahun, merupakan pakar metafisika. "Saya diminta membantu timnas U-19 tanpa dibayar, saya langsung setuju," katanya saat berkunjung ke kantor Tempo, Selasa, 18 Februari 2014.

    Doktor sains dari University of Metaphysics International, Los Angeles, ini menganalisis susunan nama pemain pilihan Indra. "Untuk melihat komposisi pemain yang bertanding hari itu membawa keberuntungan bagi tim atau tidak," kata Arkand. "Ini untuk membantu membentuk suatu tim yang kuat supaya kita bisa jadi juara."

    Pria berdarah Karo yang berdomisili di Yogyakarta itu mengklaim hitung-hitungan metafisikanya terbukti moncer. "Setiap saran saya dituruti, timnas U-19 menang," katanya.

    Dia mencontohkan kemenangan atas tim kuat Korea Selatan, Oktober lalu. Padahal saat itu kebanyakan pengamat pesimistis mengingat lawan merupakan satu kekuatan utama sepak bola Asia. "Tapi kami sangat yakin menang, karena dari struktur nama dan team value, timnas U-19 saat itu sangat kuat," ujar Arkand, yang membuka konsultasi metafisika soal kaitan struktur nama dan peruntungan selama 20 tahun.

    Indra juga menunjukkan optimisme tinggi menjelang laga penentuan untuk lolos ke Piala Asia tersebut. Evan Dimas cs menang 3-2 di hadapan pendukung mereka di Stadion Gelora Bung Karno. Kemenangan tersebut dianggap sebagai momentum kebangkitan sepak bola usia muda Indonesia.

    Indra Sjafri, 51 tahun, membenarkan keterangan Arkand. "Saya tidak hanya menggunakan satu bidang ilmu untuk menangani timnas U-19," katanya kepada Tempo, Rabu, 19 Februari 2014. "Saya juga menggunakan jasa seorang ahli metafisika, dan itu banyak membantu kami di tim." (Baca: Hasil dan Jadwal Timnas U-19)

    GADI MAKITAN

    Baca Juga:
    Liga Indonesia | Liga Inggris | Liga Spanyol | Liga Italia | Liga Champions | Piala Dunia 2014 | Transfer Pemain

    Berita Olahraga Lain:
    Pellegrini: Wasit Untungkan Barcelona
    Barcelona Menang, Fabregas Minta Mourinho Tutup Mulut
    Bobotoh Mengamuk Setelah Bandung Raya Ditahan Persija
    Persib vs Persija, Bagaimana Menonton Tanpa Takut?



     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?